My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Ratusan Kapal Tuna Mangkrak Akibat Kelangkaan Solar

14 Juli
02:35 2008
Ratusan Kapal Tuna Mangkrak Akibat Kelangkaan Solar

Gentry Amalo – indosmarin.com

Benoa – Sedikitnya 450 kapal penangkap tuna di Pelabuhan Benoa, Bali, mangkrak akibat krisis pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM). Mangkraknya kapal-kapal ikan ini telah berlangsung empat bulan. Hingga kini belum ada kepastian dari PERTAMINA soal pasokan BBM yang tersendat-sendat ini.

Akibat mangkraknya ratusan kapal ikan ini menyebabkan sedikitnya enam ribu karyawan, termasuk ABK terlantar dan tak bekerja. Kondisi seperti itu, membuat Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI) kelimpungan.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak ATLI pun meminta bantuan pengamanan petugas kepolisian.

Menurut ATLI pihaknya khawatir, jika para pekerja dan ABK yang menganggur ini melakukan demo dan tindakan anarkis lainnya. Disisi lain pihak ATLI juga minta kepada Polda Bali untuk segera mengusut kelangkaan BBM ini.

Sementara Sekjen ATLI Dwi Agus Siswa Putra, pada Sabtu (12/7) kemarin menjelaskan tidak beroperasinya ratusan kapal di Benoa lantaran krisis pasokan solar. Menurut Agus, pihaknya telah berulang kali menanyakan krisis solar ini kepada PERTAMINA namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Menurut Agus, pihak PERTAMINA mengaku bahwa krisis BBM ini akibat tidak ada kapal tangker yang beroperasi.

Akibat kelangkaan solar ini ATLI telah melaporkan masalah kelangkaan BBM ini kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Gubernur Bali serta DPRD Bali. Tetapi, hingga sekarang belum ada jawaban. “Kami khawatir jika persoalan ini terus berlanjut. Ujung-ujungnya, perusahaan terpaksa akan menghentikan ribuan karyawan dan ABK,” ujarnya.

Menurut Agus, PERTAMINA hanya memasok 100 kiloliter BBM solar per hari ke Pelabuhan Benoa. Jatah itu pun hanya bisa memenuhi tiga unit kapal yang ukurannya 30 Gross Ton (GT). Sementara, kapal yang tidak beroperasi mencapai 30 persen atau 450 kapal. “Kapal disini jumlahnya 747 unit. Tapi, sebanyak 450 kapal sudah tak beroperasi sejak empat bulan. Akibatnya kerugian yang dialami mencapai Rp 350 milyar,” ungkapnya.

Sementara, Kasdi Tasman salah satu pengusaha ikan tuna di Pelabuhan Benoa menyatakan, pihaknya memiliki 500 karyawan dan 150 kapal. Kondisi yang dialami sekarang mengakibatkan para pengusaha menderita kerugian rata-rata 875 juta untuk setiap kapal yang tidak berlayar(*)

1 Komentar

  1. Alits
    Alits Mei 05, 11:41

    Ko’aku cumalihat beberapa kapal. tolong diperlihatkan foto-foto kapal misalnya satu PT berserta kapal kapalnya. terimakasih

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *