My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

ProFauna Bali: Penyu Ilegal Mulai Diperdagangkan di Situs Internet

12 Maret
13:57 2009
ProFauna Bali: Penyu Ilegal Mulai Diperdagangkan di Situs Internet

Denpasar – Perdagangan penyu ilegal tidak hanya terjadi di dunia nyata saja, tetapi juga telah merambah dunia maya. Di situs ini beragam satwa laut mulai dari ikan hias, bintang laut, hingga penyu dijual bebas tanpa ijin resmi. Padahal satwa-satwa tersebut termasuk satwa dilindungi oleh negara, demikian disampaikan Koordinator ProFauna Wilayah Bali, Wayan Wiradnyana,

Menurut Wiradnyana, hasil investigasi ProFauna Indonesia menemukan adanya penjualan anak penyu atau tukik yang dilakukan melalui situs jejaring sosial di Internet. Salah satu situs yang kedapatan memperdagangkan satwa laut dilindungi ini adalah http://jutaku.multiply.com. Perdagangan tukik ini lebih banyak digunakan sebagai binatang kesayangan dan rata-rata anak penyu atau tukik yang dijual melalui media online ini dipatok dengan harga antara  Rp. 100.000 – Rp. 200.000.

Selanjutnya Wiradnyana menyatakan yakin situs tersebut dibuat oleh orang Indonesia, namun servernya berada di luar negeri. Wiradnyana juga menambahkan bahwa sebagian besar tukik yang diperdagangkan secara online merupakan penyu jenis penyu hijau (Chelonia mydas).

“Kita tidak tahu ya server mereka ada dimana, tapi yang jelas pembuatnya orang Indonesia, karena mereka mencantumkan alamat dan nomor telepon. Profauna sendiri secara resmi telah berkirim surat kepada pengelola situs untuk menutup situs yang memperdagangkan satwa dilindungi” jelas Wiradnyana.

Sementara menyinggung perdagangan daging penyu, Wiradnyana menyatakan mengalami penurunan cukup drastis. Dari sekitar 5000 ekor penyu pertahun pada 2000-2004 menjadi sekitar 1000 ekor penyu pertahun dalam beberapa tahun terakhir.(Mul)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.