My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Kayun Diadili Karena Nekad Jual Sate dan Lawar Penyu

15 Juli
16:13 2008

Gentry Amalo – indosmarin.com

Denpasar – Wayan Kayun, warga Kelurahan Jimbaran-Kuta Selatan, terpaksa duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (15/7). Kayun dianggap bersalah karena nekad menjual sate dan lawar penyu. Selain itu, terdakwa juga didakwa karena menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi undang-undang dalam keadaan mati.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agung Kusumayasa Diputra, S.H. dalam dakwaan kesatu menguraikan, bahwa terdakwa pada 13 Maret 2008 tertangkap petugas kepolisian saat sedang mengolah daging penyu untuk dijadikan sate dan lawar di rumahnya, Jalan Bukit Hijau Simpangan, Banjar Menega, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan.

Saat penggerebekan berlangsung, petugas menyita kulit serta tulang penyu hijau, satu buah papan iris daging, 2 bilah pisau serta satu buah kapak.

Kepada petugas terdakwa mengaku membeli dari seorang nelayan sebanyak 15 kg dengan harga Rp 600 ribu. Kemudian terdakwa mengolah daging satwa yang paling dilindungi ini menjadi sate dan lawar dengan harga Rp 100 ribu tiap karang-nya.

Menurut jaksa, daging olahan itu adalah penyu hijau (Chelonia mydas) yang telah dilindungi undang-undang, sehingga terdakwa melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf b jo ayat (2) UN No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Hayati (KSDAH) dan Ekosistemnya. Atas kesalahan terdakwa itu, ancaman 5 tahun penjara sudah menantinya.

Sementara itu, pada dakwaan kedua, terdakwa juga dianggap melanggar undang-undang perlindungan satwa karena telah memperniagakan, menyimpan, atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia sehingga dinilai melanggar Pasal 21 huruf d jo Pasal 40 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAH.

Di depan persidangan, para saksi yang dihadirkan jaksa juga membenarkan penangkapan terdakwa karena kedapatan sedang mengolah daging penyu hijau. Kepada Majelis hakim, terdakwa mengaku tidak mengetahui jika berjualan sate dan lawar penyu bertentangan dengan UU.

Diakuinya, rutinitas jualan sate dan lawar penyu sudah diwarisinya secara turun-temurun. Pada kesempatan ini, terdakwa minta kepada hakim agar menjatuhkan hukuman seringan-ringannya. Sidang yang berlangsung di PN Denpasar ini, akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda tuntutan jaksa(*)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.