My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Greenpeace Tuntut Nestle Beri Solusi Nyata Terkait Krisis Sampah Plastik

 Breaking News
12 April
13:37 2019
Greenpeace Tuntut Nestle Beri Solusi Nyata Terkait Krisis Sampah Plastik

Lausanne, Swiss – Sebanyak 20 aktivis Greenpeace Swiss menginterupsi Rapat Umum Tahunan Nestlé yang berlangsung pada hari Kamis waktu setempat dengan membentuk barisan di posisi terdepan tempat pertemuan, berhadapan dengan para pemegang saham sebagai peserta rapat.

Mereka memegang spanduk yang bertuliskan “Nestlé berhenti menggunakan plastik sekali pakai” dan “Nestlé, [sampah plastik] ini adalah milik Anda” sekaligus menunjuk pada sampah kemasan plastik milik Nestlé yang ditemukan telah mencemari ekosistem lautan.

Para aktivis pun menyerahkan sampah plastik tersebut kepada jajaran eksekutif perusahaan lalu kembali ke kursi mereka.

Dalam pidato yang disampaikan pada acara tersebut, Greenpeace dan mitra dari gerakan Break Free From Plastic global menuntut Nestlé untuk menghentikan ketergantungannya pada plastik sekali pakai, dan segera berinvestasi dalam sistem pengiriman alternatif berdasarkan konsep isi ulang dan penggunaan kembali, untuk mengakhiri “bencana lingkungan dan keadilan sosial ini.”

Dalam aksi damai tersebut, Direktur Eksekutif Greenpeace International, Jennifer Morgan, mendesak jajaran eksekutif dan pemegang saham Nestlé untuk menunjukkan kepemimpinan sejati dalam menyelesaikan krisis polusi plastik.

“Kami di sini bersama dengan koalisi kami, dari gerakan global Break Free From Plastic yang merupakan gerakan masyarakat sipil yang kini terus bertumbuh, untuk memberi tahu Nestlé bahwa kami sudah muak. Masyarakat dapat melihat sendiri kerusakan yang terjadi akibat polusi plastik terhadap lautan, saluran air, dan komunitas kita. Kita semua telah menyaksikan bagaimana plastik mengkontaminasi keanekaragaman hayati kita yang berharga, dan baru saja mulai memahami bagaimana plastik berdampak buruk terhadap kesehatan kita.” terang Jennifer Morgan.

Menurutnya polusi plastik adalah bencana lingkungan, dan merupakan gejala nyata dari penyakit planet karena perekonomian yang didasarkan pada konsumsi yang terus-menerus dan kebiasaan sekali pakai dengan biaya tak terbatas. Tahun lalu, Nestlé memproduksi 1,7 juta ton kemasan plastik 13% lebih tinggi dari tahun sebelumnya – padahal perusahaan mengklaim akan menangani masalah plastik dengan serius.

Sudah waktunya bagi Nestlé untuk benar-benar bertanggung jawab atas besarnya kontribusi perusahaan terhadap permasalahan plastik: mereka harus transparan dan mengedepankan rencana aksi nyata, dengan jadwal yang ambisius, tentang langkah-langkah untuk mengurangi produksi kemasan sekali pakai dan berinvestasi dalam sistem pengiriman isi ulang dan penggunaan kembali yang berkelanjutan.

Morgan menambahkan bahwa sebuah laporan yang diterbitkan oleh Global Alliance for Incinerator Alternatives (GAIA) baru-baru ini menemukan Nestlé menjadi sumber utama pencemaran plastik bermerek dalam audit sampah plastik yang dilakukan di Filipina, di mana masyarakat telah menjadi tempat pembuangan melalui perdagangan sampah global.

Greenpeace menuntut Nestlé dan perusahaan multinasional lainnya untuk segera transparan tentang penggunaan plastik mereka secara keseluruhan, dan merancang rencana aksi nyata dengan jadwal yang ambisius yang menjelaskan bagaimana mereka mengurangi ketergantungan mereka pada plastik sekali pakai, dan bergerak menjauhi budaya membuang sampah.(Gen)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.