My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Greenpeace Minta Nestle Transparan Soal Sampah Plastik

 Breaking News
12 April
13:54 2019
Greenpeace Minta Nestle Transparan Soal Sampah Plastik

Lausanne, Swiss – Froilan Grate, Direktur Eksekutif GAIA Filipina, juga hadir di rapat umum tahunan ini untuk menggambarkan krisis polusi plastik yang ia saksikan setiap hari di komunitasnya

“Polusi plastik mungkin sangat terlihat di Filipina dan negara-negara Asia lainnya, tetapi krisis sebenarnya dimulai di ruang rapat eksekutif Nestle, ketika Nestle memutuskan untuk menjual produk yang dikemas dalam plastik sekali pakai dan tidak dapat didaur ulang di tempat-tempat di mana tidak ada infrastruktur untuk mengelolanya.” terang Froilan Grate.

Grate juga menjelaskan bahwa atas nama komunitasnya, bahwa mereka tidak lagi menginginkan kemasan plastik beracun Nestle.

“Sampah plastik telah mencemari saluran air kami, memenuhi tempat pembuangan sampah kami, menghancurkan komunitas kami dan merusak kesehatan kami. Sudah saatnya bagi Nestle untuk menganggap serius krisis ini, berhenti fokus pada solusi yang salah, dan berinvestasi dalam sistem pengiriman baru untuk menghentikan krisis ini.” imbuh Froilan Grate.

Sementara itu, Muharram Atha Rasyadi, Jurukampanye Urban Greenpeace Indonesia menyampaikan bahwa perusahaan tidak bisa mengalihkan tanggung jawabnya kepada masyarakat, dengan hanya fokus pada bagaimana membuang sampah pada tempatnya, pemilahan sampah, dan daur ulang.

“Tanggung jawab terbesar justru berada di tangan produsen. Dengan tingkat daur ulang yang rendah, satu-satunya solusi adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kemasan produk. Dengan begitu, Indonesia pun bisa mencapai targetnya yakni mengurangi 70 persen sampah plastik di lautan pada tahun 2025.” papar Muharram Atha Rasyadi.

Greenpeace menuntut Nestlé dan perusahaan multinasional lainnya untuk segera transparan tentang penggunaan plastik mereka secara keseluruhan, dan merancang rencana aksi nyata dengan jadwal yang ambisius yang menjelaskan bagaimana mereka mengurangi ketergantungan mereka pada plastik sekali pakai, dan bergerak menjauhi budaya membuang sampah.(Gen)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.