My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Greenpeace Ajukan Bukti Baru dalam Sidang Gugatan PLTU Celukan Bawang

 Breaking News
19 Juli
15:29 2018
Greenpeace Ajukan Bukti Baru dalam Sidang Gugatan PLTU Celukan Bawang

Denpasar – Sidang gugatan masyarakat dan Greenpeace Indonesia terhadap Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor: 660.3/3985/IV-A/DISPMPT tentang Izin Lingkungan Hidup Pembangunan PLTU Celukan Bawang 2×330 MW di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar Kamis (19/7) kemarin beragendakan penjelasan saksi ahli dari pihak tergugat.

Sebelum sidang dimulai dengan penjelasan dari saksi ahli, Penggugat menyerahkan alat bukti baru yang diantaranya menguatkan fakta tidak adanya sosialisasi yang menyeluruh pada warga terdampak.

Sebelumnya di Desa Celukan Bawang sendiri, pada Senin (16/7) dilaksanakan pertemuan warga dengan perangkat desa yang difasilitasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Ada pun hasil dari rapat tersebut menyatakan bahwa pada tanggal 28 Agustus 2016 tidak ada sosialisasi kepada warga, terkait dengan rencana pembangunan PLTU Celukan Bawang Tahap II.

Dua warga yang namanya tercatut dalam berita acara sosialisasi telah mengakui dan menyerahkan pernyataan tertulis bahwa mereka tidak pernah hadir dan tidak menandatangani daftar hadir acara sosialisasi rencana pembangunan PLTU Celukan Bawang Tahap II. Sedangkan satu orang lainnya tidak hadir tetapi diminta tanda tangan di rumahnya.

Penggugat juga meminta kepada Majelis Hakim agar dilakukan Pemeriksaan Setempat (PS) di Desa Celukan Bawang yang kemudian tidak dikabulkan. Padahal PS tersebut dinilai sangat penting untuk Majelis Hakim membuat keputusan yang lebih berkeadilan dengan mengetahui situasi nyata yang ada di lapangan, juga mengkonfirmasi kebenaran bukti-bukti yang diajukan oleh Penggugat dan Tergugat.

Sidang Kamis kemarin menghadirkan saksi ahli dari pihak Tergugat, Gubernur Bali, dan tergugat intervensi, PT. PLTU Celukan Bawang, yang beberapa pernyataannya memperkuat gugatan warga. Saksi ahli yang dihadirkan oleh Tergugat Intervensi dari SUCOFINDO, Budi Utomo, mengkonfirmasi bahwa lokasi dan jumlah titik pengambilan sampel air yang selama ini dilakukan untuk mengetahui dampak PLTU Celukan Bawang tahap 1 sepenuhnya ditentukan oleh pihak perusahaan.

Widiatmoko, Konsultan independen yang juga dihadirkan sebagai saksi ahli bidang teknologi PLTU mengkonfirmasi bahwa penggunaan teknologi Once-Through Cooling System dipilih dengan pertimbangan ekonomis dan saksi ahli tidak dapat menjelaskan dampak lingkungan dari penggunaan teknologi ini secara menyeluruh. Teknologi ini bahkan sudah dilarang penggunaannya di beberapa negara bagian di Amerika Serikat dan Kanada.(Greenpeace / Gentry Amalo)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *