My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Ambisi Belanda Menguasai Rempah-rempah Nusantara

21 Juli
00:00 2008

Gentry Amalo – indosmarin.com

Denpasar – Kita sudah tentu pernah mendengar nama Buton, sebuah pulau kaya aspal yang terletak di sebelah tenggara Pulau Sulawesi, tepatnya Provinsi Sulawesi Tenggara. Dimasa lalu Buton adalah sebuah kerajaan Islam yang biasa disebut dengan istilah kesultanan.

Dalam catatan sejarah kolonial Belanda, Kesultanan Buton memiliki peranan yang cukup penting dan strategis. Bahkan Belanda pun menjalin kerjasama dengan Aru Palaka, bangsawan Buton yang dengan liciknya digunakan untuk memerangi Sultan Hasanuddin yang juga sultan Gowa.

Tujuan Belanda memerangi Kesultanan Gowa, selain karena Gowa menjalin hubungan dagang dengan Inggris, India, dan Portugis, juga karena Belanda ingin menguasai Buton yang ketika itu merupakan salah satu pelabuhan transit menuju Maluku, di timur nusantara yang kaya akan rempah-rempah. Tentu saja harapan Belanda adalah ketika VOC berhasil menguasai Buton maka monopoli atas rempah-rempah Maluku yang saat itu sangat mahal dipasaran Eropa akan terwujud.

Sebelumnya Belanda sama sekali mengabaikan peran kesultanan Gowa yang menjadikan Makassar dan juga Buton sebagai pelabuhan transit dari dan menuju ke Maluku. Tetapi begitu pesaing utama Belanda di pasar Eropa, yakni Portugis diketahui menjalin hubungan baik dengan Kesultanan Gowa, maka diam-diam Belanda pun merancang strategi dan taktik untuk menguasai Gowa.

Dalam beberapa kesempatan saat kapal-kapal dagang VOC yang dipersenjatai bertemu dengan kapal dagang Portugis, perang terbuka selalu terjadi. Tidak jarang dari kapal Portugis yang berhasil ditaklukkan Belanda juga menemukan Anak Buah Kapal (ABK) Portugis yang adalah orang-orang Makassar. Tetapi Belanda tidak melakukan penyerangan terhadap kapal-kapal Gowa kendati Belanda melihat diatas kapal-kapal Gowa ada orang-orang Portugis. Ini dilakukan untuk memberi kesan baik dimata Sultan Gowa (bersambung)

Tags
Share

2 Komentar

  1. Ardian
    Ardian Agustus 02, 10:48

    Artikel yang anda tulis sangat bagus sekali dalam hal menguak apa yang terjadi sebenarnya tentang sejarah Buton. terus samangat membuat artikel yang lainnya…sukses ya pak

  2. Ardian
    Ardian Agustus 02, 10:50

    Tetap top markotop pak …..

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.