My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

WWF Indonesia Serukan Penyelamatan Penyu

25 Agustus
04:00 2008
WWF Indonesia Serukan Penyelamatan Penyu

Gentry Amalo – indosmarin.com

Sanur – WWF Indonesia menyerukan kepada segenap pelaku usaha perikanan untuk ikut menyelamatkan penyu. Diperkirakan, lebih dari 7.700 ekor penyu di Indonesia menjadi korban setiap tahun, akibat terkena pancing atau terjebak dalam jaring.

Hal ini disampaikan Imam Musthofa Zainudin, pada minggu (24/8) usai mengikuti Pertemuan Tahunan Negara-negara Penandatangan Indian Ocean and South East Asian (IOSEA) Memorandum of Understanding on Turtle Conservation and Convention on Migratory Species, yang diselenggarakan di Sanur, Bali

Menurut Imam, Koordinator Nasional Program Perikanan WWF-Indonesia, “Penyu-penyu ini tertangkap tidak sengaja sebagai tangkapan non-target atau tangkapan sampingan (by-catch) pada perikanan antara lain rawai tuna (tuna long-line) dan pukat udang (shrimp trawl),”

Imam menambahkan bahwa pemerintah Indonesia perlu segera mengeluarkan regulasi bagi sektor perikanan untuk mengurangi interaksi penyu dengan aktivitas perikanan.

Pertemuan 28 negara penandatangan MoU IOSEA mengenai pelestarian penyu itu menegaskan pentingnya peran negara dalam mengurangi interaksi penyu dan perikanan. Ditegaskan pula, karena penyu adalah spesies yang bermigrasi jauh melewati batas-batas negara, perlindungan habitatnya perlu dilakukan serempak oleh negara-negara, baik melalui perlindungan pantai peneluran maupun pengurangan dampak aktivitas perikanan terhadap tingkat kematian penyu.

Sementara, Direktur Program Kelautan WWF Indonesia, Wawan Ridwan menyatakan bahwa “Solusi untuk by-catch penyu sudah tersedia, yaitu penggunaan Turtle Excluder Device (TED) untuk perikanan pukat udang dan pancing lingkar atau circle hook untuk perikanan tuna long-line,”

Menurut Wawan, “TED sudah diatur penggunaannya, tapi pengawasannya masih kurang. Sedangkan circle hook harus segera diwajibkan penggunaannya, karena mampu mengurangi by-catch penyu hingga 85% dibandingkan pancing tuna biasa,” lanjutnya(*)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS