My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan NTB

14 Maret
19:37 2012

BMKG

Mataram – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Selaparang Mataram mengeluarkan imbauan kepada semua pihak untuk mewaspadai gelombang tinggi di perairan Nusa Tenggara Barat yang dapat mencapai enam meter pada Kamis (15/3).

“Imbauan BMKG ini telah disebar ke berbagai pihak, terutama pengelola kapal penyeberangan dan pihak terkait lain yang dapat menindaklanjuti kepada masyarakat luas,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Ridwan Syah di Mataram, Rabu (14/3).

Ia mengatakan, BMKG Selaparang memprediksi tinggi di gelombang di perairan NTB pada Kamis (15/3) berkisar antara dua hingga enam meter.

Cuaca pada pagi, siang dan sore diperkirakan cerah berawan di berbagai wilayah NTB, namun berpotensi hujan dengan intensitas ringan disertai petir/kilat pada malam.

Angin diprakirakan bertiup dari arah barat-barat daya di wilayah NTB dengan kecepatan maksimum mencapai 40 kilometer/jam.

“Tersimpulkan bahwa cuaca buruk masih terjadi di wilayah NTB, sehingga perlu diwaspadai, terutama tinggi gelombang yang dapat mencapai enam meter, dan itu sangat berbahaya bagi kapal tongkang, dan kapal nelayan lainnya,” ujarnya.

Ridwan berharap, pihak-pihak terkait di pelabuhan penyeberangan dapat mematuhi imbauan BMKG itu agar belum membuka aktivitas pelayaran, sehubungan dengan perkembangan cuaca buruk yang masih berpotensi terjadi itu.

Sejak Selasa (13/3) PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Lembar memberlakukan sistem buka-tutup rute penyeberangan Lembar-Padang Bai atau penyeberangan dari Pulau Lombok ke Pulau Bali.

Sistem buka tutup itu masih dianggap belum efektif karena dua dari lima kapal feri yang diberangkatkan dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Padang Bai membatalkan pelayaran itu karena dihadang gelombang tinggi.

PT ASDP Cabang Sape, malah telah menutup total namun bersifat sementara aktivitas penyeberangan dari dan ke Pelabuhan Sape.

Berbeda dengan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, sampai sore ini belum memberlakukan penutupan sementara lintasan Kayangan (Lombok) – Poto Tano (Sumbawa) karena tinggi gelombang dan kecepatan angin di Selat Sape itu masih memungkinkan bagi pelayaran.

Rute Kayangan-Poto Tano sepanjang 12 mil dengan waktu tempuh 45 menit hingga satu jam. Setiap unit kapal penyeberangan itu dioperasikan dalam enam trip.

Sementara rute penyeberangan Lembar (Lombok) ke Padangbai (Bali) didukung 21 armada kapal penyeberangan. Rute tersebut sepanjang 35 mil dengan waktu tempuh 4-5 jam, dan setiap unit kapal dioperasikan dalam dua trip.

Rute Sape-Labuan Bajo sepanjang 55 mil dengan waktu tempuh 7-8 jam, namun hanya satu unit kapal ferry yang dioperasikan dari Sape ke Labuan Bajo, kemudian menempuh rute ke Waikelo, Kabupaten Sumba Barat Daya, dan kembali ke Sape.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS