My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Warga Desak Pemkot Kupang Segera Tata Pantai Wisata

24 Juli
14:06 2011
Warga Desak Pemkot Kupang Segera Tata Pantai Wisata

Pemkot Kupang

Kupang – Pemerintah Kota Kupang diminta untuk segera menata dan memanfaatkan sejumlah potensi wisata pantai yang ada untuk kepentingan pariwisata di wilayah ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut.

“Kami dari kelompok pemuda gereja, memilih lokasi ini karena lautnya masih jernih dan lokasinya masih sangat tenang dan aman,” kata Mikhael Nenotek yang ditemui di pinggir pantai di Kawasan Tenau, Minggu (24/7).

Beberapa titik kawasan pantai yang potensial itu, masing-masing, Kawasan Tenau dekat Taman Wisata Alam Gua Monyet, Pantai Kelapa Lima samping restoran Teluk Kupang, pantai bakau di Kelurahan Oesapa, serta pesisir pantai Batu Nona Kelurahan Oesapa.

Pengunjung dari berbagai tempat di Kota Kupang dan sekitarnya memenuhi semua lokasi wisata pantai berlatar langit biru itu. Mereka datang baik secara individual ataupun berombongan.

Untuk di pesisir pantai di Tenau, terlihat ada sejumlah kelompok pengunjung melakukan aktivitas mandi dan bermain di sepanjang pesisir yang sedikit berkarang, namun indah dipandang, di samping kondisi laut dan lokasi yang masih terlihat aman dan tenang.

Menurut dia, saat ini ada banyak pilihan bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya untuk melakukan wisata bahari di wilayah Kota Kupang.

Namun demikian, kata PNS di sebuah instansi pemerintah itu, setiap orang atau kelompok bebas memilih ke lokasi mana yang dianggap representatif untuk berekreasi.

“Selain nyaman di lokasi ini masih bebas biaya,” katanya.

Selvi salah seorang pengujung di pantai Kelapa Lima, yang di temui terpisah mengaku, memilih kawasan laut untuk berwisata karena hawa laut memiliki banyak kegunaan untuk kesehatan.

“Saya memilih kawasan pantai karena udara laut sangat dibutuhkan bagi kesehatan saya,” kata mahasiswi pada salah satu perguruan tinggi di Kota Kupang itu.

Dia mengatakan, Pemerintah Kota Kupang, sudah seharusnya merespon animo masyarakat yang melakukan aktivitas wisata di kawasan pantai, dan dijadikan sebagai salah satu potensi pendapatan bagi daerah.

“Kalau saja di kawasan ini ditata secara profesional sebagai lokasi wisata, saya kira akan banyak pemasukan bagi pemerintah dari retribusi yang akan ditawarkan,” kata dia.

Selain menjadi salah satu sumber pendapatan bagi pemerintah melalui retribusi yang ditetapkan, masyarakat pedagang kecil juga bisa kebagian untung dengan dagangan yang akan ditawarkan di sekitar lokasi wisata, jika lokasinya ditata dan diatur secara baik.

“Pemberdayaan ekonomi masyarakat akan jalan, kalau lokasi ini dijadikan lokasi wisata permanen dan dikelola secara profesional,” kata Selvi.

Hal berbeda dengan Livinus, yang ditemui terpisah di lokasi Pantai Bakau (mangrove) Kelurahan Oesapa.

Menurut Livinus, dia dan sejumlah temannya memilih lokasi ke pantai bakau selain untuk melakukan wisata, tetapi juga untuk melakukan kegiatan pembersihan kawasan pantai yang sebagian lahannya ditanami pohon bakau.

“Selain berwisata, kami juga melakukan pembersihan terhadap sisa sampah yang masih terganjal di sela akar dan pohon bakau yang ada,” kata Livinus yang juga mengaku kalau dia tergabung dalam kelompok pemuda peduli lingkungan.

Sementara Magdalena Killa, yang ditemui secara terpisah di Pantai Batu Nona, mengatakan kegemaran dia plesiran ke pantai, karena suasana laut dengan hembusan angin laut yang memberikan kesegaran tersendiri.

Karyawati pada salah satu bank swasta di Kota Kupang itu, mengatakan, kawasan pantai Batu Nona memiliki potensi pariwisata yang tidak kalah menarik dengan pantai Lasiana Kota Kupang yang sudah dikenal publik.

“Hanya saja, Pemerintah Kota Kupang harus menata secara baik dan profesional agar bisa menarik para pengunjung untuk datang,” kata Magdalena.

Kendati belum banyak fasilitas yang disiapkan sebagai konsekuensi belum dikelola oleh Pemerintah Kota Kupang, namun tingkat kunjungan di lokasi Pantai Batu Nona terlihat cukup padat.

“Kita cuma berharap agar Pemerintah Kota Kupang segera memberikan perhatian serius untuk mengelola potensi kawasan pantai ini, untuk menjadi kawasan wisata yang terkenal,” kata Magdalena.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *