My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Warga Anyer Minta Pemerintah Pulihkan Wisata Pesisir

23 Oktober
01:59 2011
Warga Anyer Minta Pemerintah Pulihkan Wisata Pesisir

Gunung Anak Krakatau

Anyer – Warga Anyer, Kab. Serang, Provinsi Banten, meminta pemerintah segera memulihkan wisata Pantai Anyer yang sepi akibat isu negatif mengenai dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau. Selain itu sepinya wisata di Pantai Anyer ini juga lebih disebabkan rusaknya jalan akses menuju Pantai Anyer.

“Kami minta pemerintah untuk dapat menstabilkan pariwisata di Anyer, karena sejak adanya informasi mengenai Gunung Anak Krakatau dan jalan rusak, wisatawan yang datang ke Anyer tidak seramai sebelumnya,” ungkap Kusnadi, salah seorang warga Anyer, Sabtu (22/10).

Kusnadi menjelaskan, isu kegempaan Gunung Anak Krakatau dengan peningkatan status dari level II ke III atau dari Waspada ke Siaga, diharapkan tidak dibuat-buat, menginggat isu kegempaan selalu disampaikan dan diinformasikan oleh pemerintah dua atau tiga bulan menjelang tahun baru.

“Sudah dua tahun ini, pemerintah selalu menyampaikan informasi kegempaan menjelang tahun baru. Dan kami sedikit bertanya, apakah informasi kegempaan GAK ini sengaja disampaikan, untuk meramaikan wisatawan ke daerah Puncak, Jawa Barat,” kata Kusnadi.

Akibat informasi mengenai kegempaan GAK dan jalan rusak menuju Anyer, masyarakat mengeluh, karena tidak mendapatkan keuntungan yang biasa didapatnya, seperti warungnya ramai dikunjungi oleh wisatawan.

“Masyarakat Anyer, diuntungkan dengan ramainya wisatawan, tetapi kalau kondisi Anyer sepi seperti ini, masyarakat akan mengalami kerugian,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Hardomo mengaku, akibat kerusakan jalan menuju kawasan Anyer, banyak pesanan kamar dibatalkan.

“Banyak sekali, bahkan sami 500 pesanan kamar dibatalkan,” katanya menjelaskan.

Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah segera mengatasi jalan rusak yang ada di wilayah Kota Cilegon.

“Kami sudah mempertanyakan mengenai jalan itu, dan pemerintah pusat tidak bisa berbuat banyak, karena jalan rusak yang sempat diperbaiki, kontraktornya mengalami pailit atau bangkrut,” kata Hardomo.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS