My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Warga Adat Pulau Serangan Gunakan Awig-awig untuk Lestarikan Penyu

 Breaking News
14 November
15:51 2013
Warga Adat Pulau Serangan Gunakan Awig-awig untuk Lestarikan Penyu

Denpasar – Warga Desa Adat Pulau Serangan, Denpasar, Bali, mengimplementasikan pelestarian penyu melalui aturan hukum desa adat yang disebut awig-awig.

Dalam awig-awig ini warga adat Pulau Serangan dilarang melakukan penangkapan penyu di alam termasuk mengambil penyu untuk kegiatan upacara dari alam.

Sekretaris Kelurahan Serangan Komang Darmadi menyampaikan dituangkanya kebijakan pelestarian penyu dalam awig-awig ini merupakan bentuk komitmen masyarakat Pulau Serangan untuk mengembalikan citra Pulau Serangan sebagai pulau penyu.

Bahkan dalam awig-awig tersebut terdapat sanksi bagi masyarakat yang melanggar.

“Kalau masyarakat sampai berani menangkap penyu, jelas masyarakat kena sanksi, ya paling tidak pertama dibina dulu, kalau sampai melanggar satu dua kali ada tindakan, tetapi sampai sekarang ini , belum ada sampai ke tindakan,” kata Komang Darmadi

Menurut Komang Darmadi, masyarakat yang sebelumnya mengkonsumsi daging penyu juga kini sudah beralih mengkonsumsi daging lainnya.

Sementara bagi masyarakat yang memerlukan penyu untuk kegiatan upacara diharuskan menggunakan penyu hasil penangkaran dan pengajuan permintaanya juga harus mendapatkan izin dari Parisadha Hindu Darma Indonesia (PHDI) Bali.(Mul)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS