My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Vietnam Jajaki Investasi di Sektor Perikanan Indonesia

11 Oktober
03:45 2010
Vietnam Jajaki Investasi di Sektor Perikanan Indonesia

Vietnam

Hanoi – Satu perusahaan Vietnam sedang melakukan studi kelayakan untuk menanam modal di sektor perikanan di Kepulauan Riau, kata Duta Besar RI untuk Vietnam Pitono Purnomo.

“Pemilik perusahaan itu telah menghubungi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai bagian dari niatnya untuk menanam modal di sektor perikanan di Indonesia,” kata Pitono yang didampingi Wakil Dubes Syamsuddin Sidabutar dan Councellor I Nyoman Gurnitha di Hanoi, Minggu (10/10).

Menurut dia, mereka tertarik untuk menanam modal menyusul pertemuan baru-baru ini antara pengusaha Vietnam dan delegasi Indonesia yang terdiri atas pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan pihak KBRI di Ho Chi Minh City.

Keberadaan perusahaan seperti itu dinilainya dapat ikut mengatasi masalah pencurian ikan oleh para nelayan Vietnam di wilayah perairan Indonesia, tambah Pitono yang menunjuk sebuah peta tempat yang menjadi pangkalan kapal-kapal ikan Vietnam dan beroperasi mencari ikan ke wilayah Indonesia.

Dia mengatakan tingkat konsumsi ikan per kapita di Vietnam relatif tinggi dan penangkapan ikan di wilayahnya sudah berlebih.

TNI Angkatan Laut dan petugas dari instansi terkait beberapa kali menangkap kapal ikan dari Vietnam dan awaknya karena kedapatan mencuri ikan di perairan Indonesia.

Para kapten kapal diproses sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia dan awaknya dideportasi dengan menggunakan satu kapal mereka dan kapal-kapal lainnya ditahan.

Para nelayan itu bekerja dengan menggunakan kapal milik warga Taiwan, Korea Selatan, Hong Kong atau Thailand.

“Pemerintah Vietnam memberikan perhatian atas masalah ini dan dengan santun menyampaikan nota diplomatik berisi permohonan agar para nelayan tradisional yang ditahan itu diperlakukan secara manusiawi,” kata Pitono, yang juga mantan Konjen RI di Osaka.

Pemerintah RI, menurut dia, menanggapinya dengan mengambil langkah-langkah yang arif dan berharap tak terulang kembali.

Lebih jauh Dubes Pitono mengatakan bahwa Indonesia harus realistis dan jangan terlalu berharap penanaman modal dari Vietnam karena kedua negara sesama anggota ASEAN ini juga bersaing menarik investasi dari negara-negara lain.

Berdasarkan hasil kajian KBRI Hanoi, katanya, Vietnam memberikan perhatian lebih banyak pada pasar tradisional dan juga tetangganya yakni Laos, Kamboja, Myanmar dan China.

“Hanya dalam soal minyak Vietnam bekerja sama dengan negara-negara di luar kawasan itu,” ujar Pitono yang telah bertugas di Hanoi selama tiga tahun.

Walau demikian, ia mengharapkan hubungan dan kerja sama bilateral khususnya di bidang perdagangan dan investasi pada masa mendatang meningkat.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS