My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Unit Simpan Pinjam Lebih Diminati Nelayan

25 Juli
13:24 2012

Kapal Nelayan (ilustrasi)

Semarang – Unit Simpan Pinjam di tengah banyaknya lembaga pembiayaan masih tetap diminati para nelayan yang ada di daerah pesisir Kota Semarang.

Wilayah target kami adalah nelayan yang ada di daerah pesisir Kecamatan Tugu dan Tanjung Emas, Kecamatan Semarang Utara dan hingga saat ini kami sudah menyalurkan Rp2,9 miliar,” kata Manajer Unit Simpan Pinjam Swamitra Mina Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir Mikro Mitra Mina Bina Sejahtera Mandiri Semarang, Miftakhul Amiq.

Menurut Miftakhul di Semarang, Rabu, penyaluran Rp2,9 miliar tersebut merupakan akumulasi penyaluran yang dilakukan sejak 2005 hingga Juni 2012 dengan jumlah penerima sebanyak 615 nelayan.

Diakuinya, pemberian pinjaman kepada para nelayan pada musim tertentu sangat tinggi potensi terjadi kredit macet bahkan bisa mencapai tiga hingga empat persen.

“Ada musimnya, kredit macet tinggi yakni pada musim paceklik dan pada saat masa anak masuk sekolah serta menjelang Lebaran, karena nelayan tidak membayar,” katanya.

Akan tetapi, lanjut Miftakhul hingga saat ini tidak pernah ada kasus kredit macet yang masuk hingga pengadilan. “Seperti Juni lalu, tingkat kredit macet mencapai 2,9 persen,” katanya.

USP Swamitra yang merupakan unit simpan pinjam binaan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Semarang, menyasar empat golongan yakni nelayan, petani tambak, pedagang ikan, dan lain-lain (masyarakat pesisir yang menjual sembako serta petani).

Ia menyebutkan kredit untuk petani tambak jumlahnya Rp10,2 miliar (1.612 orang), kredit untuk pedagang ikan sebanyak Rp3,7 miliar (653 orang), dan untuk lain-lain seperti masyarakat pesisir yang menjual sembako dan petani total kredit Rp9,8 miliar (1.569 orang).

Untuk pinjaman yang ada di masyarakat sebanyak Rp4,8 miliar, sisa hasil usaha (SHU) per Juni 2012 Rp222 juta dan dana pihak ke tiga Rp1 miliar serta aset mencapai Rp6,7 miliar.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS