My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Ungkap Misteri Mola-mola, Para Ahli Pasang Label Satelit

16 Oktober
21:01 2008
Ungkap Misteri Mola-mola, Para Ahli Pasang Label Satelit

Wida Sulistyaningrum – indosmarin.com

Denpasar – Keberadaan Oceanic Sunfish atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mola mola di perairan Nusa Penida Bali, mengundang keingintahuan para ahli lingkungan dan juga biologi kelautan. Para ahli dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Conservation International Indonesia melakukan penelitian guna mengungkap misteri Mola mola yang berada perairan crystal bay di Nusa Penida ini.

Adapun penelitian ini dilakukan dengan cara memasang tag satelit pada bagian bawah sirip panggung Mola mola. Kedua tag satelit ini dipasang pada 9 dan 11 Oktober lalu, dan dipasang pada dua ekor Mola mola.

Tag satelit berwarna abu-abu ini berfungsi sebagai pencatat data pergerakan Mola mola selama enam bulan. Menurut manager program CI Indonesia di Nusa Penida, Iwan Dewantama, mengatakan bahwa tag satelit ini akan terlepas secara otomatis pada April 2009 dan langsung mengapung ke permukaan air untuk kemudian mengirimkan datanya ke satelit. Adapun bentuk kedua tag satelit ini berupa tabung pendek dan dipasang pada bagian bawah sirip punggung Mola mola masing-masing pada sisi kanan dan kiri.

Adapun kegiatan pemasangan tag satelit pada ikan Mola mola menurut Iwan Dewantama, tidak semata-mata hanya untuk tujuan penelitian tapi lebih pada memulai upaya perlindungan terhadap keberadaan ikan unik tersebut yang dengan mudah hanya bisa ditemukan di Bali dibanding di kawasan perairan Indonesia lainnya. Keunikannya dan lokasi serta waktu kemunculannya yang sangat spesifik membuat ikan Mola mola menjadi daya tarik yang sangat kuat untuk wisata penyelaman di Bali khususnya di Nusa Penida.

Iwan Dewantama juga menambahkan bahwa saat ini aktifitas Mola mola mulai terganggu oleh aktivitas wisata penyelaman yang berlangsung tanpa rambu-rambu atau code of conduct. Sehingga melalui penelitian ini CI Indonesia mendorong para pelaku pariwisata penyelaman untuk menyepakati ketentuan-ketentuan yang dibutuhkan.

Iwan juga mengimbau kepada para penyelam saat menyelam di sekitar perairan crystal bay dan menemukan Mola mola yang pada punggungnya terdapat tag satelit ini untuk segera menghubungi para pemandu selam masing-masing dan memperhatikan apakah tag satelit ini berada di sebelah kiri atau kanan tubuh Mola mola.

Jika para penyelam menemukan Mola mola pembawa tag satelit ini, diharapkan untuk segera menyampaikan penemuan itu kepada Conservation International (CI) Indonesia. Tidak hanya itu saja, Iwan juga mengimbau para penyelam jika menemukan label atau tag satelit ini mengambang dipermukaan air agar segera diselamatkan dan disampaikan ke kantor CI Indonesia.

Penelitian yang didanai Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Conservation International Indonesia ini merupakan bagian dari kegiatan yang lebih besar dalam memahami dan melindungi keanekaragaman hayati laut di perairan Nusa Penida. Dengan demikian keberadaan Mola mola di Nusa Penida dapat dipertahankan dan tetap memberi manfaat bagi dunia pariwisata Bali dalam jangka panjang(*)

Sumber foto: Conservation International Indonesia

2 Komentar

  1. Iwan Dewantama
    Iwan Dewantama November 03, 10:32

    Para sahabat kelautan,
    Sekedar ingin menambahkan terkait informasi diatas, bahwasanya kegiatan pemasangan satelit tag pada ikan Mola mola tdk semata-mata hanya utk tujuan penelitian tapi lebih pada memulai upaya perlindungan thd keberadaan ikan unik tsb yg dgn mudah hanya bisa ditemukan di Bali dibanding di kawasan perairan Indonesia lainnya. Keunikannya dan lokasi serta waktu kemunculannya yg sangat spesifik membuat ikan Mola mola mjd daya tarik yg sangat kuat utk wisata penyelaman di Bali khususnya di Nusa Penida.
    Tapi pada kenyataannya ikan ini mulai terganggu oleh aktivitas penyelaman yg berlangsung tanpa rambu-rambu atau code of conduct. Sehingga melalui penelitian tsb kami mendorong para pelaku pariwisata penyelaman utk menyepakati ketentuan-ketentuan yg dibutuhkan shg keberadaan Mola mola di Nusa Penida dapat dipertahankan dan tetap memberi manfaat buat dunia pariwisata Bali dalam jangka panjang.

    salam,
    Iwan

  2. Iwan Dewantama
    Iwan Dewantama November 03, 10:47

    Maaf, sedikit klarifikasi yg terlupa, kegiatan pemasangan satelit tag pada ikan Mola mola merupakan bagian dari kegiatan besar yg bernama Nusa Penida Marine Rapid Assessment Program (RAP) yg diinisiasi atas kerjasama CI Indonesia, LIPI dan BRKP Departemen Kelautan dan Perikanan dengan mengundang beberapa ahli dunia Gerry Allen (ahli ikan), Emre Turak & Lyndon Devantier (ahli karang) dan Tierney Thys (ahli mola mola). Pemasangan tagging kmr dilakukan bersama Tierney Thys, untuk tahu lebih detail tentang mola mola silahkan lihat di http://www.oceansunfish.com

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *