My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Turun, Intensitas Perdagangan Penyu Ilegal di Bali

28 Januari
14:58 2009
Turun, Intensitas Perdagangan Penyu Ilegal di Bali

Denpasar – Hasil pantauan Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menunjukkan intensitas perdagangan ilegal satwa penyu di Bali dalam satu tahun terakhir mengalami penurunan hingga 80 persen. Data BKSDA Bali mencatat rata-rata dalam satu tahun terakhir perdagangan ilegal satwa penyu di Bali mencapai 100 ekor.

Budi Utomo, Koordinator Perijinan BKSDA Bali mengakui data tersebut baru sebatas data yang terungkap dilapangan, sebab perdagangan penyu selama ini dilakukan secara tersembunyi dan terkoordinir dengan rapi. Budi Utomo  menyatakan kondisi yang lebih menyulitkan dalam mengungkap perdagangan penyu ilegal adalah penyu yang diperdagangankan kini lebih cendrung dalam bentuk daging.

“Itu salah satu modus juga, jadi penyelundupan penyu bukan dalam bentuk penyu sekarang mereka menyelundupkan dalam bentuk daging. Kesulitannya dalam identifikasi karena mereka sering mencampur dengan ikan. Sama dengan masuk ke Bali dalam bentuk sate” jelas Budi Utomo.

Selanjutnya Budi Utomo juga mengungkapkan bahwa penyu yang diperdagangkan di Bali sebagian besar berasal dari Sulawesi, Kalimantan dan Maluku. Sebab populasi penyu di Bali cukup sedikit, kendati sebagian besar pesisir pantai di Bali selama ini merupakan tempat penyu bertelur.(Mul)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS