My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

TNC, Coral Indonesia Cenderung Resisten Perubahan Iklim Dunia

04 September
19:35 2008
TNC, Coral Indonesia Cenderung Resisten Perubahan Iklim Dunia

Muliarta – Indosmarin.com

Sanur – Coral atau terumbu karang di wilayah Indonesia diprediksikan memiliki kecenderungan resisten atau tahan terhadap dampak perubahan iklim. Prediksi ini disampaikan Direktur The Nature Conservation (TNC) Indonesia Rili Djohani disela-sela simposium penyelamatan terumbu karang dari perubahan iklim di Sanur Bali (4/9).

Prediksi ini disampaikan Rili Djohani dengan alasan kondisi laut di Indonesia yang memiliki arus laut yang kencang. Arus laut yang kuat menyebabkan terjadinya proses sirkulasi air sehingga menyebabkan suhu air laut tetap terjaga.

Rili Djohani menegaskan kondisi suhu air laut di kawasan Indonesia yang stabil akan memberikan efek resisten bagi terumbu karang di Indonesia terhadap perubahan iklim. “Kita punya arus-arus dari bawah yang cukup dingin, karena arusnya kencang masuk ke laut dangkal itu berarti mixingnya temperatur, samudra kita tidak terlalu banyak perubahan, oleh karena itu terumbu karang kita cukup resisten terhadap masalah itu” jelas Rili Djohani.

Rili menyebutkan kondisi terumbu karang Indonesia yang cendrung resisten adalah suatu keuntungan bagi Indonesia. Terutama dari segi ekonomi, karena akan memberikan efek pada keberlanjutan pariwisata dan ketersediaan ikan yang melimpah.

Rili menambahkan secara global Indonesia merupakan wilayah unik. Dimana  Wilayah terumbu karang Indonesia termasuk dalam kawasan segi tiga terumbu karang dunia dalam arti merupakan bagian dari pusat terumbu karang dunia.

Apalagi dari 75 ribu kilometer persegi kawasan terumbu karang di kawasan segitiga terumbu karang dunia, 51 ribu kilometer persegi diantaranya berada pada wilayah Indonesia. Kondisi ini juga menyebabkan di wilayah terumbu karang Indonesia terdapat lebih dari 500 jenis karang(*)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS