My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Tiongkok Bangun Landasan Pesawat di Pulau Sengketa

 Breaking News
08 Oktober
14:48 2014
Tiongkok Bangun Landasan Pesawat di Pulau Sengketa

Beijing – Tiongkok merampungkan pembangunan satu landasan pedawat terbang bagi pesawat militer di Pulau Woody atau Yongxing, Laut Tiongkok Selatan, yang masih menjadi sengketa dengan Vietnam. Pembangunan fasilitas di Pulau Woody di gugusan Kepulauan Paracel ini semakin menegaskan klaim Tiongkok atas daerah itu.

Kepulauan Paracel juga diklaim oleh Vietnam dan Taiwan, dan ketegangan meningkat antara Beijing dan Hanoi tahun ini menyangkut pembangunan dan eksplorasi minyak di sana.

Landasan terbang itu adalah penegasan fisik terbaru Beijing bagi penguasaannya bagi daerah itu, dua tahun setelah mengumumkan pembangunan satu kota yang dinamakannya Sansha di Pulau Woody– yang dikenal sebagai Yongxing di Tiongkok, untuk mengatur wilayah luas Laut Tiongkok Selatan.

Rute-rute pelayaran penting melalui perairan itu dan daerah itu didug terdapat cadangan-cadangan besar minyak dan gas. Bagian-bagian dari laut itu juga diklaim oleh Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam dan Taiwan.

Xinhua tidak benyak memberikan rincian tetapi mengatakan panjang landasan terbang itu 2.000 meter, dan menunjukkan itu akan digunakan bagi pesawat militer.

“Dengan rampungnya dan terus ditingkatkan kemampuan landasan terbang di Yongxing itu, pesawat militer dapat berpangkalan di Paracel, dan meningkatkan kemampuan pertahanan Tiongkok di pulau-pulau Xisha dan Nansha,” kata Xinhua,menggunakan nama-nama Tiongkok bagi Paracel dan Spratly, satu gugusan pulau terpisah.

Tiongkok sebelumnya membangun satu gedung sekolah di Pulau Woody untuk 40 anak-anak yang para orang tua mereka bekerja di sana, kata media pemerintah itu Juni.

Beijing menempatkan satu anjungan pengeboran minyak di perairan yang disengketakaan dekap pulau-pulau Paracel Mei lalu, yang memicu kerusuhan anti-Tiongkok di Vietnam.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *