My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Tingkat Konsumsi Ikan Masyarakat Jateng Dinilai Rendah

 Breaking News
14 Februari
20:28 2016
Tingkat Konsumsi Ikan Masyarakat Jateng Dinilai Rendah

Solo – Kementerian Kelautan dan Perikanan menilai tingkat konsumsi ikan laut masyarakat Jawa Tengah tergolong rendah jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia.

“Tingkat konsumsi ikan laut masih di bawah 20 kilogram per tahun per kapita,” kata Direktur Akses Pasar dan Promosi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Innes Rahmania di Ngarsopura Solo, Minggu.

Menurut Innes Rahmania, masih rendahnya masyarakat mengonsumsi ikan laut salah satunya masih adanya mitos jika banyak makan ikan laut kebanyakan akan cacingan atau baunya menjadi amis.

Kendati demikian, pihaknya terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan laut, termasuk melalui kegiatan Festival Jenang Solo (FJS) yang mampu menyedot ribuan pengunjung yang memadati kawasan Ngarsopuro ini.

Innes Rahmania mengatakan bahwa masyarakat Kota Solo, khususnya tingkat konsumsi ikan laut, sudah mengalami peningkatan, bahkan rata-rata sudah di atas 20 kg/tahun/kapita.

“Solo sebelumnya masih di bawah 20 kg/tahun/kapita, tetapi kini konsumsi ikan laut sudah di atas 20 kg,” katanya.

Pihaknya berharap masyarakat dalam mengonsumsi ikan laut rata-rata bisa dua kali dalam seminggu atau sekitar 30 kg/tahun/kapita.

Meski demikian, pihaknya menargetkan masyarakat dapat mengonsumsi ikan laut hingga 40 kg/tahun/kapita. Salah satunya melalui kegiatan FJS yang akan berlangsung mulai Minggu hingga Rabu (17/2). Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-271 Kota Solo.

Pada FJS tersebut, kata dia, menyajikan jenang khas dari berbagai daerah di Indonesia, yakni sebanyak 15 kota, mulai Banda Aceh Darusaalam hingga Papua.

“Masyarakat mampu mengombinasikan masakan jenang dengan ikan laut yang memiliki gizi tinggi dan dapat menarik selera makan,” katanya.(Antaranews.com)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS