My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Tindakan Bea Cukai Segel Kapal “Sail Indonesia” Disesalkan

04 Agustus
05:24 2008
Tindakan Bea Cukai Segel Kapal “Sail Indonesia” Disesalkan

Jingga Fajar – indosmarin.com

Jakarta – Ketua Dewan Pengurus Yayasan Cinta Bahari Indonesia (YCBI), Raymond T Lesmana selaku penyelenggara rally wisata “Sail Indonesia” menyesalkan tindakan Kantor Bea dan Cukai Kupang Nusa Tenggara Timur yang menyegel 105 dari 121 kapal layar (yacht) peserta “Sail Indonesia 2008”.

“Mereka (Kantor Bea Cukai Kupang) menyegel kapal-kapal peserta. Itu bisa membuat kapal peserta tidak bisa bergerak untuk mengikuti Sail Indonesia,” kata Raymond yang dihubungi dari Jakarta, Minggu (03/08).

Tindakan Kantor Bea dan Cukai Kupang tersebut, kata Raymond, sangat memalukan bagi negara karena tidak mendukung misi rally wisata Sail Indonesia yang mempromosikan pariwisata bahari Indonesia yang dapat meningkatkan perekonomian secara langsung kepada masyarakat yang disinggahi dalam rute pelayaran tersebut.

Raymond menjelaskan Kantor Bea dan Cukai Kupang sejak Sabtu (1/8) menyegel 105 yacht yang berlabuh di Pantai Koepan, Kota Kupang dengan alasan kapal layar milik peserta Sail Indonesia itu belum menyelesaikan surat Pemberitahuan Impor Barang (PIB).
Kantor Bea dan Cukai berpendapat kapal layar tersebut dianggap sebagai barang impor sehingga ketika masuk ke Indonesia harus dilengkapi surat PIB.

Menurut Raymond, yacht peserta Sail Indonesia tidak bisa dianggap sebagai barang impor karena dalam kapal tersebut ada kehidupan dari awak kapal dan kapal itu juga berbendera suatu bangsa sehingga tunduk pada hukum negara asalnya.

“Yacht itu tidak patut dianggap barang impor karena ada flag (bendera) negara dan dilayarkan oleh `sail keeper`(pelayar)-nya sehingga kapal itu dianggap rumah yang ada kehidupannya,” jelas Ketua YCBI itu seperti yang dilansir ANTARA.

Di negara manapun di dunia, kata Raymond, tidak mengenal peraturan kapal layar dianggap sebagai barang impor bila masuk ke satu negara.

“Peserta Sail Indonesia pun sebulan sebelumnya telah mengurus dan telah mengantongi ijin dari empat instansi yaitu Mabes TNI AL, DKP (Departemen Kelautan dan Perikanan), Dephub (Departemen Perhubungan), Deplu (Departemen Luar negeri) termasuk BAIS (Badan Intelijen Strategis),” katanya.

Dan sesuai peraturan Dephub, jelas Raymond, kapal layar peserta Sail Indonesia yang merupakan kapal dengan bobot kurang dari 18 ton hanya diwajibkan untuk melapor ke syahbandar, kantor imigrasi dan kantor karantina pada pelabuhan yang mereka datangi(Ant.)

Sumber berita: ANTARA

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS