My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Timur Tengah dan Eropa Timur, Pasar Alternatif Produk Perikanan

05 Januari
21:11 2009
Timur Tengah dan Eropa Timur, Pasar Alternatif Produk Perikanan

Pradnyaparamitha – Indosmarin.com
Jakarta
– Dampak krisis keuangan global terhadap ekspor produk perikanan Indonesia telah dirasakan dalam tiga bulan belakangan ini. Dampak ini tidak hanya dirasakan pada pasar Amerika Serikat (AS) saja, tetapi juga telah dirasakan pada pasar Uni Eropa (UE) dan juga Jepang.

“Permintaan diperkirakan mengalami penurunan sekitar 15% sehingga target ekspor pada 2009 tidak naik dari 2008, yaitu sebesar US$ 2,6 milyar,” jelas Soen’an Hadi Poernomo, Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi – Departemen Kelautan dan Perikanan.

“Disamping permintaan menurun, persaingan juga makin tajam. Namun dengan produk bermutu prima dan kerja keras, target ekspor hasil perikanan diharapkan tercapai,” lanjut Soen’an Hadi.

Soen’an Hadi juga menjelaskan bahwa menghadapi tekanan permintaan pasar utama, seperti AS, UE dan Jepang maka untuk 2009 ini, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) mengajak pelaku usaha dan asosiasi melakukan tiga hal pokok yakni, Pertama tetap melayani pasar utama serta lebih aktif melakukan kontrak dengan mitra importer yang disesuaikan dengan permintaan pasar. Kedua makin memantapkan pemasaran di Asia Timur dan ketiga memperluas pasar ke kawasan yang lain, terutama Eropa Timur, Eropa Tengah dan kawasan Timur Tengah.

Menurut Soen’an Hadi, hingga saat ini pasar AS, UE dan Jepang menyumbang sekitar 65-70%, sedangkan pasar Asia Timur yang terdiri atas Taiwan, Korea, China, Thailand, Singapura, Malaysia menyumbang pemasukan sekitar 24% dari ekspor produk perikanan Indonesia.

Menurut hasil analisis DKP, dari sisi pertumbuhan ekonomi, pola konsumsi dan permintaan pasar, kawasan Timur Tengah, Eropa Timur dan Eropa Tengah merupakan potensi besar yang bisa digarap para pelaku usaha. Namun sayangnya para pelaku usaha Indonesia kurang mengenal potensi pasar di ketiga kawasan ini.

Karenanya, DKP mengajak para pelaku usaha melakukan promosi lebih fokus dan pro aktif, seperti pada Seafood Expo yang akan berlangsung di Brussel April 2009, Rusia bulan September, dan Dubai Uni Emirat Arab pada Oktober 2009. Sementara negara-negara Asia Timur seperti Korea, China dan Vietnam menjadi opsi kegiatan serupa. Selain itu, kegiatan Jakarta Fair pada Juni dan Indonesia Trade Expo pada Oktober 2009 hendaknya dapat dimanfaatkan dengan baik,” imbau Soen’an Hadi(*)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS