My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Tiga Wisatawan Asing Diculik Kelompok Bersenjata di Filipina Selatan

 Breaking News
22 September
15:27 2015
Tiga Wisatawan Asing Diculik Kelompok Bersenjata di Filipina Selatan

Manila – Dua wisatawan Kanada, seorang manajer lokasi wisata Norwegia, dan seorang perempuan warga Filipina, diculik kelompok bersenjata dari pulau wisata ternama di Filipina selatan, kata militer, Selasa.

Kapten Alberto Caber, juru bicara militer Filipina mengatakan, keempat korban itu diculik di bawah todongan senjata dalam serbuan Senin malam, di lokasi wisata pantai Pulau Samal, dekat Davao, kota terbesar di Pulau Mindanao, Filipina selatan.

Pejabat militer dan polisi Filipina terkejut dengan serangan terbaru itu, yang menjadi pengingat mengenai rentannya keamanan di wilayah selatan meskipun sudah ada inisiatif damai dengan pemberontak.

Kawasan Davao secara umum tenang selama lebih dari satu dasawarsa. Pada 2014, sebuah kesepakatan damai dengan kelompok pemberontak Muslim terbesar di selatan mengakhiri konflik selama 45 tahun yang telah menewaskan sekitar 120 ribu orang dan menyebabkan dua juta warga mengungsi.

“Empat orang dibawa tetapi kami tidak tahu siapa kelompok di balik serangan itu,” kata Caber kepada wartawan. Ia mengatakan ada sekitar 30 turis asing di resor tersebut saat serangan terjadi.

“Sepertinya warga asing menjadi sasaran. Mereka tidak diambil secara acak,” katanya.

Caber mengatakan warga asing terculik itu dikenali sebagai John Ridsdel dan Robert Hall dari Kanada, serta Kjartan Sekkingstad, manajer resor warga Norwegia. Sementara seorang korban perempuan warga Filipina tidak diketahui namanya.

Sumber militer mengatakan kelompok bersenjata itu berbicara dalam bahasa Inggris dan Tagalog, dua bahasa yang banyak digunakan di Filipina.

“Dua wisatawan asal Jepang mencoba campur tangan namun gagal,” kata seorang sumber. Kelompok bersenjata itu kabur menuju daratan Mindanao bersama sandera mereka, kata sumber tersebut.

Tiga kapal angkatan laut dikerahkan untuk mencari dan menghadang kapal kelompok bersenjata, sementara unit-unit darat juga bersiaga untuk mencari lokasi pendaratan yang mungkin di Mindanao tenggara, kata seorang komandan AD.

Pada 2011, kelompok militan Abu Sayyaf yang terkait dengan al Qaeda mencoba menculik turis asing di resor Pearl Farm di Pulau Samal, namun upaya itu gagal. Tiga petugas keamanan tewas melawan penyerang.(Antaranews.com)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS