My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Tidak Ada Cagub Bali Layak Bagi Lingkungan Hidup

26 Mei
17:32 2008

Gentry Amalo-Indosmarin.com

Denpasar – Tiga kandidat gubernur yang akan mengikuti pemilihan gubernur (pilgub) Bali 2008 ternyata masih dianggap belum memenuhi harapan masyarakat. Jika dilihat dari visi misi maupun program yang dilakukan, nampaknya masih berupa isu-isu yang konvensional.

Tidak ada satu kandidat pun yang memasukkan isu lingkungan hidup dalam agenda program pembangunan mereka. Padahal, Bali merupakan pulau kecil yang sangat rentan dari dampak perubahan iklim, dimana kondisi alamnya terus-menerus mengalami penurunan dan krisis-krisis lingkungan hidup semakin banyak terjadi.

Misalkan hutan, idealnya sebuah daratan memiliki 30 persen hutan, namun Bali saat ini hanya memiliki 22 % saja dan sebagian besar dalam keadaan kritis. Kemudian sumber daya air juga mengalami penurunan baik dari segi kualitas dan kuantitasnya. Kawasan pesisir Bali yang panjangnya 430 km, saat ini dalam keadaan rusak kecuali pada titik-titik pariwisata yang masih tertata baik. Dengan kondisi seperti ini, seharusnya pemerintah memasukkan agenda-agenda penyelamatan lingkungan kedalam programnya.

Demikian dikatakan oleh Agung Wardana, Direktur WALHI Bali menanggapi visi-misi para kandidat gubernur yang telah ditetapkan oleh KPUD Bali (senin, 26/05) kemarin.

”Program konvensional tidak akan mampu mengatasi krisis-krisis lingkungan hidup dan sosial yang mengarah pada bencana ekologi. Bukannya menganggap remeh program tersebut, namun ada kebutuhan mendasar saat ini adalah bagaimana Bali bertahan dan keluar dari krisis ini. Bukan justru mengulang-ulang pola pembangunan konvensional yang terbukti gagal memberikan keadilan dan kelestarian lingkungan,” ungkap Agung.

Dalam program-program para kandidat dapat dilihat bahwa paradigma pembangunan yang dianut masih sebatas pembangunan fisik-ekonomistik belaka. Seperti meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan hingga seratus persen, melakukan pelebaran jalan, perluasan pelabuhan, meningkatkan pendapatan perkapita hingga dua kali lipat maupun melalui investasi-investasi.

”Berapa lahan produktif lagi yang akan dialihfungsikan menjadi jalan raya, hotel, villa hanya untuk PAD? Air subak yang mana yang akan diambil untuk memasok kebutuhan air bagi 3 juta wisatawan? Bali yang seperti apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita?” tanya Agung.

Solusinya, menurut Agung, bahwa isu lingkungan hidup harus menjadi pertimbangan rakyat dalam menentukan pilihannya nanti. Jangan sampai yang terpilih adalah antek-antek investor atau pemodal yang hanya ingin mengeruk keuntungan dari tanah Bali saja(*)

Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS