My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Terumbu Karang Jenis Baru Diberi Nama Bali

31 Juli
14:00 2013
Terumbu Karang Jenis Baru Diberi Nama Bali
Euphyllia baliensis sp

Euphyllia baliensis sp

Denpasar – Sebuah spesies baru terumbu karang yang ditemukan di sekitar perairan Padang bai dan Candidasa, Kabupaten Karangasem, Bali diberi nama Euphyllia baliensis sp.  Terumbu karang ini merupakan coral gelembung dari genus Euphyllia dan pertama kali ditemukan dalam sebuah survey terumbu karang yang dipimpin ilmuwan Dr. Lyndon Devantier.

Survey terumbu karang ini merupakan bagian dari kegiatan Kajian Cepat Kondisi Kelautan Bali yang dilakukan pada 29 April hingga 1 Mei 2011 silam.

Direktur Eksekutif Conservation International (CI) Dr. Ketut Sarjana Putra kepada Indosmarin.com di Denpasar mengungkapkan karang yang dapat dijumpai pada kedalaman 27 – 37 meter tersebut merupakan jenis karang keras dan mampu hidup pada kawasan pesisir dengan arus yang kuat.

Menurut Ketut Sarjana Putra, selain hanya ditemukan di Bali, Euphyllia baliensis juga memiliki karakteristik yang sangat unik.

“Jenis coral spesies yang sangat mirip karakteristik pulau Bali, misalnya dia seperti bungan jepun (kamboja) dan memang sangat bagus untuk pengaman pulau ya kalau dia banyak karena karakternya sangar strong hard coral, dia memiliki jaringan yang sangat kuat” kata Dr. Ketut Sarjana Putra

Ketut Sarjana Putra menambahkan Euphyllia baliensis dipastikan sebagai spesies baru setelah sebelumnya para ilmuwan membuat deskripsi ilmiah terhadap spesies tersebut dan membandingkan dengan spesies terumbu karang lainnya.

“Setelah 3 bulan dibuat deskripsi secara ilmiah, kemudian diumumkan secara internasional tidak ada lagi complain atau nama yang sama, sekarang dia sah sebagai Euphyllia baliensis” paparnya.

E. baliensis memiliki beberapa karakter morfologi yang berbeda dengan jenis karang lainnya dari genus euphyllidae. E. baliensis memiliki corallites yang relatif lebih kecil, dengan diameter rata-rata 3mm, dengan cabang yang lebih kurus, pendek dan sedikit terkalsifikasi.

Selain itu coral ini juga memiliki tentakel yang tumpul, berwarna merah gelam hingga cokelat dengan bagian dasar berwarna agak kehijauan ujung berwarna krem.

Pengaruh Arlindo yang sangat kuat juga memberikan kesan bahwa wilayah perairan di Bali memiliki tingkat keunikan yang cukup tinggi.

Dalam hal ini, pengaruh Arlindo yang kuat dipercaya mampu membatasi ataupun mendorong rekrutmen (penambahan populasi) di berbagai tempat. Hal ini juga sekaligus menjadi salah satu faktor yang menjadikan wilayah perairan di Bali memiliki nilai konservasi yang cukup tinggi.(Mul)

sumber foto: Conservation International (CI)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *