My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Terumbu Karang di Karimunjawa Terserang Penyakit Misterius

11 April
19:22 2011
Terumbu Karang di Karimunjawa Terserang Penyakit Misterius

Terumbu Karang

Semarang – Prof Agus Sabdono, pakar Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Semarang, Senin (11/4) mengatakan kerusakan terumbu karang di perairan Karimunjawa disebabkan suatu penyakit misterius.

“Terumbu karang yang terserang penyakit itu akan berubah warna menjadi merah muda dan dalam waktu antara 2-3 bulan akan mati. Ini yang tengah kami teliti saat ini,” ungkapnya.

Agus yang akan dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip itu menjelaskan terumbu karang yang terkena gejala menyerupai itu sebenarnya pernah ditemukan di perairan India.

Agus Sabdono mengatakan gejalanya hampir sama, yakni terumbu karang berubah warna menjadi merah muda, namun di India polanya hanya garis-garis di terumbu karang, sementara di perairan Karimunjawa menyeluruh.

“Luasan terumbu karang yang terkena penyakit itu sudah cukup besar. Saya tidak ingat persis angkanya, namun terumbu karang berpenyakit itu banyak ditemukan di sebelah Utara Pulau Sambangan, Pulau Karimunjawa,” imbuhnya.

Menurut Agus Sabdono, selain penyakit itu, pihaknya juga menemukan berbagai penyakit lain yang menyerang terumbu karang, seperti white plaque type I, type II, type III, dan black bone disease,” katanya.

Menurutnya, penyakit yang menjangkiti itu juga bisa membuat terumbu karang berubah warna, seperti white plaque membuat warna berubah putih atau black bone disease membuat terumbu karang menghitam.

“Kalau penyakit-penyakit ini biasa ditemukan di terumbu karang, namun untuk yang membuat warna terumbu karang berubah merah muda itu belum pernah ditemukan. Namun, penyebabnya karena bakteri,” katanya.

Agus Sabdono menjelaskan bahwa penyebab berbagai penyakit yang menyerang terumbu karang itu karena bakteri, diperparah dengan tekanan alam, termasuk pencemaran yang semakin memperlemah sistem pertahanan diri terumbu karang.

“Serangan bakteri ini terjadi mulai level molekuler, sel, hingga ke jaringan terumbu karang sehingga dalam waktu cepat akan membuat terumbu karang mati,” katanya.

Penyakit yang menyerang terumbu karang itu, tentunya merugikan, karena terumbu karang memiliki berbagai fungsi, seperti obat-obatan, bahan budi daya, dan pencegah terjadinya abrasi pantai.

“Untuk hewan-hewan laut lainnya, terumbu karang juga menjadi sumber makanan dan tempat hidup, seperti udang-udangan, kerang-kerangan, oktopus, dan rumput laut,” katanya.

Karena itu, Agus mengatakan pihaknya tengah meneliti langkah untuk membasmi penyakit tersebut dan mengembalikan kondisi dan fungsi terumbu karang secara baik seperti sedia kala.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS