My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Terdakwa Pengelola Pelabuhan Buleleng Divonis Setahun

 Breaking News
13 November
19:46 2014

Denpasar – Terdakwa mantan Kepala Otorita Daya Tarik Wisata Eks Pelabuhan Buleleng, Bali utara Made Ngurah Adi Putradana divonis hukuman penjara selama 1 (satu) tahun dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kota Denpasar, Kamis.

Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tipikor, Hasoloan Sianturi juga mewajibkan terdakwa mengembalikan kekuranan kerugian uang negara sebesar Rp4,5 juta atau subsider 1 (satu) bulan.

“Jika terdakwa tidak mampu mengembalikan kekurangan kerugian uang negara tersebut, maka harta benda terdakwa disita senilai tersebut di atas,” ujarnya.

Vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa Kepala Otorita Daya Tarik Wisata Eks Pelabuhan Buleleng itu lebih rendah dari tuntutan sebelumnya yakni dituntut selama 2,5 tahun penjara beserta denda Rp50 juta dan membayar uang pengganti sebesar Rp78.542.000

Dalam tuntutan tersebut, terdakwa terbukti bersalah melakukan korupsi melanggar dakwaan subsidair pasal 3 ayat (1) junto Pasal 18, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Junto pasal 64 (1) KUHP.

Dalam pengelolaan Otorita Daya Tarik Wisata Eks pelabuhan Buleleng, ada penarikan dana hibah dari Pemkab Buleleng sebesar Rp146.550.000 atas perintah terdakwa selaku kepala otorita yang ditunjuk mantan Bupati Bagiada.

Dana tersebut selanjutnya dana tersebut digunakan untuk membayar sarana prasarana, gaji manajemen, tambahan gaji pegawai, gaji manajemen, pelinggih dan pemelaspasan, pembayaran air dan sarana prasarana yang tidak ada dalam DPA dan penugasan kepala otorita.

Namun dalam penggunaaan dana hibah ada dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sebesar Rp75.600.500. Sedangkan dana retribusi yang tidak disetorkan ke kas daerah sebesar Rp45.941.500.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 18 Juli 2013 jumlah kerugian negara yang disebabkan oleh kasus tersebut adalah Rp121.542.000.

Dalam persidangan tersebut terdakwa mantan Kepala Otorita Daya Tarik Wisata Eks Pelabuhan Buleleng hadir tanpa didampingi kuasa hukumnya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS