My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Terbentur Urusan Perut, Bupati Karangasem Biarkan Pencurian Pasir Laut

20 Mei
10:12 2011
Terbentur Urusan Perut, Bupati Karangasem Biarkan Pencurian Pasir Laut

Pemkab Karangasem

Karangasem – Pengambilan pasir laut kini semakin marak di pesisir pantai di Kabupaten Karangasem. Salah satunya di Desa Bug-Bug di depan Balai produksi induk udang unggul dan kekerangan di Karangasem.

Namun Bupati Karangasem, Bali, Wayan Gredeg mengakui mengalami kesulitan dalam menanggulangi aksi pencurian pasir laut oleh masyarakat setempat. Apalagi pencurian pasir laut tersebut dilakukan oleh masyarakat yang bermukim di pesisir pantai.

Menurut Gredeg, dari beberapa kali dilakukan penertiban tetap saja pencurian pasir laut dilakukan masyarakat. Bahkan masyarakat yang tertangkap tangan mengambil pasir laut meminta diberikan mata pencaharian lain sebagai tumpuan hidup.

”Namanya isi perut masyarakat, kadang-kadang kita sulit berbicara terlalu ekstrem terhadap masyarakat, ya tentu kita melihat sebuah irama. Pertanyaan mereka pasti, tolong pak berikan saya pekerjaan, karena mereka hanya punya keahlian seperti itu. Saya kira itu hanya sebagai sambilan saja” ujar Wayan Gredeg saat ditemui Indosmarin.com di karangasem, Jumat (20/5).

Bupati Karangasem-Bali Wayan Gredeg mengakui selama ini restribusi dari penambangan galian C seperti pasir dan batu merupakan sumber pemasukkan PAD terbesar bagi Kabupaten ujung Timur Bali tersebut.

Pada tahun lalu dari Rp. 62 Milyar pemasukkan PAD hampir lebih dari 50 persen bersumber dari restribusi galian C.

Sedangkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan I Ketut Artama mengakui kesulitan penertiban karena terbatasnya biaya operasional. Selain itu pengambilan pasir merupakan kebutuhan masyarakat semata dan wilayah pengambilan juga wilayah desa adat.(Mul)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *