My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Teori Evolusi Bermula dari Penelitian di Ternate (2)

22 Agustus
23:35 2008
Teori Evolusi Bermula dari Penelitian di Ternate (2)

Prof SangkotJingga Fajar – indosmarin.com

Denpasar – Menurut Prof Sangkot, selama ini publik beranggapan Teori Evolusi merupakan buah pemikiran dan hasil penelitian dari Charles Robert Darwin, seorang peneliti yang berkebangsaan Inggris (1809).

Dikatakannya, melalui buku berjudul” On the Origin of Species “(1859), Darwin berhasil meyakinkan dunia dengan Teori Seleksi Alam, yang berargumentasi dan menyajikan fakta ilmiah asal-usul spesies makhluk hidup berevolusi dari nenek moyang yang sama melalui proses seleksi alam.

Sangkot mengatakan pada tahun 2009 nanti komunitas biologi dunia akan merayakan peringatan 150 Tahun Teori Evolusi Darwin. Namun demikian anggapan publik dalam konteks sejarah tidak dapat dikatakan sepenuhnya benar.

Menurut Sangkot, jika dilihat dari sejumlah referensi, Teori Seleksi Alam sesungguhnya pertama kali dicetuskan Alfred Wallace melalui tulisannya “On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitely From the Original Type”.

Dikatakannya, tulisan tersebut muncul pada tahun 1858, satu tahun sebelum penerbitan buku Darwin, dan memuat argumentasi mengenai keberadaan seleksi alam dalam evolusi spesies makhluk hidup. Artinya, Teori Evolusi melalui seleksi alam sesungguhnya dimunculkan pertama kali oleh Wallace, bukan Darwin.

Sangkot mengatakan terdapat kemiripan teori Darwin dengan hasil penelitian Wallace mengingat tulisan Wallace tersebut pertama kali ditujukan kepada Darwin pada tahun 1858.

Pada saat itu, Wallace kerap melakukan korespondensi dengan Darwin, termasuk mengirimkan sejumlah hasil penelitiannya. Wallace merupakan peneliti yang miskin dan tidak jarang mendapatkan bantuan finansial dari Darwin, seorang peneliti yang kaya.

Fakta ini sangat penting bagi Indonesia mengingat sebagian besar penelitian Wallace dilakukan di Indonesia, khususnya di Ternate(Ant.)

Sumber berita: Antara,

sumber foto: http://www.freedom-institute.org/id/images/sangkot.gif

Tags
Share

2 Komentar

  1. Abu Yahsiarto
    Abu Yahsiarto Desember 17, 22:46

    iya betul tuh
    knp ya?
    kalau penelitian berbau negara ketiga kok kayaknya dianggap remeh ya?
    bukannya dari Indonesia lah penelitian=penelitian spektakuler yang mengagumkan dunia

  2. Herinda Pertiwi
    Herinda Pertiwi Desember 30, 13:28

    boleh saya minta alamat Prof.Sangkot.
    saya tertarik berdikusi lebih lajut

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS