My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Tahun 2010 Selayar Didarati Pesawat Komersial Pariwisata

26 Mei
01:45 2009
Tahun 2010 Selayar Didarati Pesawat Komersial Pariwisata

takabonerateMakassar – Tahun 2010, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan akan didarati pesawat komersial guna menunjang pariwisata dunia “Takabonerate” di daerah itu.

“Saya sudah usulkan ke Departemen untuk membuka penerbangan langsung Makassar – Selayar – Surabaya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Andi Sulham Hasan di Makassar, Senin (25/5).

Upaya ini dilakukan agar wisatawan mancanegara lebih banyak lagi berkunjung ke obyek wisata bahari Takabonerate yang merupakan taman laut terindah ketiga dunia yang memiliki jutaan biota laut yang dilindungi.

Selama ini, lanjutnya, Kepulauan Selayar diterbangi pesawat jenis Cassa berpenumpang 24 orang yang disubsidi pemerintah, padahal  landasan pacu Bandara Aroepala, Selayar sudah bisa didarati pesawat jenis Fokker kapasitas 80 Р100 orang.

“Daerah ini bisa lepas dari subsidi pemerintah yang selama ini mensubsidi penumpang yang menggunakan pesawat Cassa ke kabupaten tersebut setelah landasan pacunya ditingkatkan dan dikembangkan guna didarati pesawat komersial,” katanya dan menambahkan, Takabonerate akan dikunjungi wisman yang lebih banyak lagi setelah beroperasinya transportasi udara tersebut tahun depan.

Menurut Sulham, Kepulauan Selayar yang memiliki taman laut yang lebih indah dari Bunaken, Sulawesi Utara, selama ini terkendala transportasi udara maupun angkutan laut ke lokasi itu yang berjarak sekitar 25 mil lepas pantai ibukota Benteng, Selayar.

Terbukanya jalur penerbangan Makassar – Selayar – Surabaya yang menggunakan pesawat komersial, ungkapnya, arus kunjungan wisman ke obyek wisata tersebut setiap tahun meningkat, termasuk perekonomian masyarakat semakin bertambah.

Dari Bandara Aroepala yang berjarak sekitar 10 kilometer dari kota Benteng, Selayar, wisman maupun wisatawan nusantara menggunakan kapal kecil berpenungpang 25 – 50 orang menuju lokasi taman laut Takabonerate yang membutuhkan waktu tempuh 2-3 jam.

“Infrastruktur laut antara lain transportasi lautnya (kapal) dan dermaga, baik di Benteng maupun di obyek wisata tersebut sudah dibangun beberapa tahun silam, tinggal bagaimana upaya pemerintah setempat serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel menjual potensi bahari ini ke mancanegara”, katanya.

Sulham mengakui bahwa selama ini Takabonerate kalah bersaing dengan taman laut Bunaken, Sulut dari sektor kunjungan wisman karena taman laut Takabonerate baru bisa cepat dikunjungi turis jika menggunakan pesawat udara dari Makassar ke Selayar kemudian dari Bandara Aroepala ke obyek wisata terindah ketiga dunia ini dengan memakai kapal laut.

Selain Bandara Aroepala, Selayar, katanya, Bandara Pongtiku Kabupaten Tanatoraja, tahun ini ditingkatkan landasan pacunya menjadi 1.500 meter agar dapat didarati pesawat berbadan besar, karena daerah ini memiliki obyek wisata budaya unik, andalan Sulsel dalam meraup wisman ke provinsi ini. (Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *