Posts Tagged ‘ gunung berapi ’
Jakarta – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan geologi, Bandung menilai penemuan gunung api raksasa setinggi 4.600 meterĀ merupakan gunung api terbesar di Indonesia. “Gunung Kerinci yang tingginya sekitar 3.800 meter dan Gunung Semeru sekitar 3.600 meter kalah dengan gunung yang baru ditemukan di perairan Bengkulu tersebut. Kalau gunung ini memang benar gunung [...]
Bengkulu – Direktur Pusat Penelitian Geologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Iskandar Zulkarnain, mengatakan, kemunculan gunung api tidak mungkin secara tiba-tiba. “Ada proses panjang yang membentuk gunung api muncul, tidak mungkin tiba-tiba,” katanya saat dikonfirmasi tentang penemuan gunung api raksasa setinggi 4.600 meter dengan diameter 50 km di 330 km arah barat Kota Bengkulu, [...]
Jakarta – Para pakar geologi Indonesia, AS dan Prancis berhasil menemukan gunung api bawah laut raksasa berdiameter 50 km dan tinggi 4.600 meter yang berada 330 km arah barat Kota Bengkulu. Para ahli geologi ini berasal dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, [...]
Serang – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, yang sedang dalam pantauan, Minggu (17/5) mengeluarkan asap tebal setinggi sekira 600 meter. Menurut petugas pos pengamatan di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, Cahya, selama dua hari terakhir asap Anak Krakatau tampak jelas di pesisir pantai Anyer dan Carita yang berjarak 42 kilometer. Related [...]
Lampung Selatan – Kepala salah satu Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau melaporkan telah terjadi 36 kali gempa di gunung itu, Selasa (5/5). Menurut Kepala Pos Pemantau Anak Krakatau di Desa Hargopancoran, Kalianda, Lampung Selatan, Andi Suwardi, selain gempa tercatat terjadi letusan 403 kali, tremor 221 kali, hembusan 235 kali. Sementara deteksi secara visual masih terganggu [...]
Bandarlampung – Status Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda masuk kategori waspada karena setiap lima menit masih terjadi letusan.
“Statusnya adalah waspada, masih terjadi letusan-letusan setiap lima menit, bahkan terkadang satu menit sekali. Sedangkan alat pendeteksinya masih rusak,” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancoran, Kalianda, Lampung Selatan, Andi Suwardi, Kamis (30/4).
Bandarlampung – Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda pada Selasa kemarin mengeluarkan letusan sampai 168 kali, namun aktivitas gunung itu hari ini sulit terlacak karena alat pendeteksi rusak.
“Statusnya masih waspada, namun untuk aktivitas hari ini tidak terdeteksi dikarenakan adanya kerusakan alat deteksi. Saat ini masih diperbaiki oleh tim dari Bandung,” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatu yang berada di Desa Hargopancoran, Kalianda, Lampung Selatan, Andi Suwardi.

