My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Surat dari Masyarakat Lamalera

22 April
21:29 2009

Sehubungan dengan berita yang beredar belakangan ini dan sebagaimana yang di release oleh media anda dengan judul Tiap Tahun, Nelayan Lamalera Tangkap 20 Ikan Paus pada Senin, 23 Maret  2009, bersama ini kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  • Pemerintah Republik Indonesia berencana menetapkan kawasan Laut Sawu menjadi Kawasan Konservasi khusus untuk melindungi Ikan Paus sebagaimana pernyataan Agus Dermawan, Direktur Konservasi dan Taman Laut Nasional yang rencananya akan dideklarasikan bersamaan dengan berlangsungnya “World Ocean Conference and Coral Triangle Initiative Summit” di Manado bulan Mei 2009. (Antara.com Februari 12, 2009 – Laut Sawu Siap Dideklarasikan Sebagai Kawasan Konservasi Paus). Rencana tersebut kemudian menimbulkan polemik dikalangan Masyarakat Lefo Lamalera baik yang berada di Lefo Lamalera maupun yang berada diluar Lefo Lamalera.
  • Lefo lamalera, adalah sebuah komunitas sederhana terletak diujung Pulau Lembata. Komunitas ini memiliki keunikan sebagai salah satu komunitas didunia yang masih mempertahankan tradisi menangkap Ikan Paus dengan menggunakan perahu dan peralatan – peralatan tradisional. Tradisi menangkap Ikan Paus sampai saat ini masih bertahan bersama kearifan – kearifan lokal yang kalau ditinjau lebih mendalam adalah merupakan konsep konservasi itu sendiri.
  • Konsep konservasi dengan berlandaskan kearifan lokal tersebut sampai saat ini masih bertahan yang diperkirakan bermula sejak sekitar abad 16 dan langgeng bertahan sekalipun tidak memiliki sebuah hukum tertulis sekalipun. Komunitas sederhana ini sangat terkenal khususnya di dunia Internasional ketimbang di Negeri sendiri Indonesia.
  • Lefo Lamalera sebagai pewaris tradisi Lefa dan Ola Nue (tradisi menangkap Ikan Paus) kemudian menyerahkan kepada kami, warga turunan Lefo Lamalera yang berada di perantauan khususnya di Jakarta untuk menyampaikan protes mereka kepada Pemerintah Republik Indonesia. Kami kemudian membentuk sebuah forum yang menjadi wadah sekaligus sebagai sarana untuk menyampaikan protes tersebut.
  • Forum tersebut dinamakan sebagai FORUM MASYARAKAT PEDULI TRADISI PENANGKAPAN IKAN PAUS. Dan lewat berbagai cara, baik itu media massa maupun protes yang disampaikan langsung kepada Pemerintah. Kemudian dalam sebuah dialoq yang berlangsug di Departemen Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau Pulau Kecil pada tanggal 21 April 2009, tercapai kesepakatan bersama sebagai berikut :
  1. Persamaan persepsi dan pemahaman bahwa konservasi sumberdaya ikan, adalah mencakup upaya perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan sumberdaya ikan. Sehingga, konservasi bukan hanya larangan semata, tetapi mencakup aspek pemanfaatan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
  2. Forum Masyarakat Peduli Tradisi Penangkapan Ikan Paus Lamalera menuntut agar zona II (wilayah perairan laut Lembata dan sekitarnya) pada draft awal usulan pencadangan sebagian perairan Laut Sawu dikeluarkan dari Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Laut Sawu, guna melestarikan tradisi, adat dan kebudayaan Masyarakat Lamalera yang sudah turun temurun.
  3. Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Laut Sawu yang akan dideklarasikan pada saat berlangsungnya World Ocean Conference pada bulan Mei 2009 di Manado tidak memasukan wilayah perairan Lembata dan sekitarnya (zona II pada draft awal), sehingga KKPN Laut Sawu hanya mencakup wilayah perairan Selat Sumba dan sekitarnya serta wilayah perairan Pulau Sabu – Rote – Timor – Batek dan sekitarnya, dengan luas +/- 3.5 juta hektar.

Pernyataan tersebut ditandatangain di Jakarta pada tanggal 21 April 2009 oleh Sdr. Agus Dermawan, Direktur Konservasi dan Taman Nasional Laut mewakili Pemerintah Republik Indonesia dan Sdr. Bona Beding, Juru Bicara Forum yang mewakili Masyarakat Lefo Lamalera.
Demikian kami sampaikan semoga bisa disebarluaskan kepada khalayak ramai. Atas kerjasama baiknya, kami atas nama Masyarakat Lefo Lamalera mengucapan terima kasih berlimpah.

Hormat kami,

Bernard L. Krova

Kordinator Forum Masyarakat Peduli Tradisi Penangkapan Ikan Paus Lamalera
Tel. +62 81219977100
Fax. +6221   5388763
e-mail : koteklema [at] yahoo.com

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS