Sunda Kecil “Pilot Project” Jejaring Kawasan Konservasi Laut
Sanur – Departemen Kelautan dan Perikanan memastikan untuk merancang jejaring Kawasan Konservasi Laut sebagai upaya menjaga kelestarian laut Indonesia. Pengembangan jejaring Kawasan Konservasi Laut ini merupakan bagian dari program perluasan kawasan konservasi laut di Indonesia yang ditargetkan mencapai 10 juta hektar pada tahun 2010 dan 20 juta hektar pada tahun 2020.
Jejaring Konservasi kawasan laut ini juga bertujuan untuk melindungi keanekaragaman hayati laut Indonesia. Sebagai tahap awal pembangunan jejaring konservasi laut ini dimulai dengan kawasan Sunda Kecil. Dimana kawasan tersebut meliputi Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nusa tenggara Barat.
Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Departemen kelautan dan perikanan Prof. Dr. Ir. Syamsul Ma’arif dalam keterangan di Sanur (18/12) menyampaikan pengembangan jejaring konservasi laut merupakan program konservasi yang lebih mengedepankan konsep pendekatan ekosistem kawasan.
“Kita harus melakukan pendekatan ekoregion artinya kawasan ekosistem itu sendiri, sehingga ekoregion Sunda Kecil, ini merupakan salah satu pilot project yang kita kembangkan untuk menjadi contoh” papar Syamsul Ma’arif.
Sementara berdasarkan catatan lembaga konservasi internasional TNC, ekosistem kawasan Sunda Kecil memiliki luas 45 juta hektar, dengan luas laut lebih dari 300 ribu km persegi(*)


