My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Sultan Sepuh Cirebon Tolak Pelelangan Harta Karun

05 Mei
13:02 2010
Sultan Sepuh Cirebon Tolak Pelelangan Harta Karun

Cirebon – Sultan Sepuh XIV Keraton Kesepuhan Cirebon di Jawa Barat, PRA Arief Natadiningrat, menyatakan tetap menolok lelang harta karun oleh pemerintah sesuai amanat Sultan Sepuh XIII Dr. H. Maulana Pangkuningrat SH semasa hidupnya.

“Sultan Sepuh XIII pernah berkirim surat ke Presiden tembusan ke Menteri Kelautan tanggal 3 April 2010 tentang harta karun tersebut,” kata Sultan Sepuh XIV PRA Arif Natadiningrat di Cirebon, Rabu (5/5).

Isi surat tersebut antara lain, tidak setuju terhadap lelang harta karun tersebut. Karena lebih baik harta karun yang ditemukan di perairan Cirebon itu di museumkan.

Keraton kesepuhan menyediakan lahan seluas satu hektare untuk kepentingan museum tersebut.

Surat itu merupakan yang terakhir ditanda tangani oleh Sultan Sepuh XIII, dan beliu wafat pada Sabtu (30/4).

Dikatakannya, sikap Sultan Sepuh XIII tersebut tidak berubah, bahkan akan menidaklanjutinya.

“Kita prihatin sudah banyak benda cagar budaya yang ke luar negeri,” katanya.

Menurut dia, jangan sampai anak cucu belajar sejarah peradaban bangsanya sendiri harus ke negeri orang.

Disamping itu, harta karun tersebut sebagai bukti sejarah peradaban bangsa Indonesia dan bukti Cirebon adalah jalur perdagangan internasional.

Ia menyayangkan negara hanya pragmatis untuk pendapatan negara. Dipihak lain, illegal fishing trilunan rupiah terjadi di Indonesia tidak bisa di cegah.

Disebutkannya, pada 24 April 2010 datang utusan Kementerian Kelautan tiga orang diterima PRA Arief Natadiningrat karena Sultan Sepuh XIII sedang dirawat di RS Pertamina Cirebon.

Diiformasikan, harta karun temuan abad ke 10 tetap dilelang 5 Mei 2010. Sebanyak 200.000 item harta karun yang diambil dari perairan Cirebon akan dilelang di Jakarta dan hanya 9.000 item untuk museum.

Sedangkan temuan abad ke 15 belum ada recana lelang, katanya.(Ant)

1 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS