My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Soal Riset Indonesia-AS, Tidak Perlu Khawatir

04 Januari
21:46 2010
Soal Riset Indonesia-AS, Tidak Perlu Khawatir

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, tidak ada kekhawatiran dari pemerintah dari kerjasama eksplorasi keanekaragaman hayati yang akan dilakukan pada Juni 2010 oleh Indonesia – Amerika Serikat, mengingat saat ini semua dilakukan serba transparan.

“Penelitian ini kita lakukan secara terbuka saja, tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Kita tidak boleh khawatir soal ini, atau kita akan rugi sendiri kalau ternyata memang di dasar laut kita memilikikandungan gas dan kita tidak tahu,” ujar dia.

Seperti yang diberitakan ANTARA, Terkait dengan pendanaan, Fadel membenarkan bahwa AS disela-sela Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC) telah berkomitmen melakukan pendanaan sebesar 1,6 juta dolar AS.

Namun demikian penelitian kerjasama belum pernah dilaksanakan, sehingga tidak ada komitmen pendanaan lain dari AS terkait kerjasama ini.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Demokrat, Herman Khaeron berpendapat bahwa pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan, harus meminta persetujuan dengan DPR sebelum memutuskan suatu kerjasama, terlebih lagi bila terkait dengan kerjasama multilateral.

“Kerjasama itu harus diperjelas, kerjasama seperti apa. Jangan sampai kejadian kerjasama Depkes (Departemen Kesehatan) dengan Namru yang tidak diketahui dewan terulang lagi,” ujar dia.

Indonesia memiliki panjang pantai 90.000 kilometer (km) lebih, pengelolaannya tidak boleh berdasarkan pada personal needs saja, ujar Herman. Karena itu harus jelas siapa yang akan melakukan eksplorasi laut dalam, karena banyak negara yang dapat diajak kerjasama bukan satu negara saja.

Herman mengingatkan agar Kementrian Kelautan dan Perikanan bertindak cermat, sehingga jangan sampai hasil riset dimiliki satu pihak, dan hanya dapat dieksplorasi oleh satu pihak saja.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menurut dia, telah memiliki kemampuan untuk riset dan justru banyak dimanfaatkan oleh perusahaan migas asing yang beroperasi di tanah air.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS