My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Setelah 16 Tahun, Penyu Kembali Bertelur di Pantai Pulau Serangan

 Breaking News
01 Maret
23:07 2016
Setelah 16 Tahun, Penyu Kembali Bertelur di Pantai Pulau Serangan

Pulau Serangan – Pantai Pulau Serangan kembali menjadi tempat bertelur penyu setelah hampir selama 16 tahun pasca reklamasi tidak ditemukan penyu bertelur di pantai tersebut. Penemuan sarang telur penyu hijau tepatnya di Pantai Kontener Serangan menjadi titik balik bagi upaya konservasi habitat penyu di Pantai Serangan.

Sarang telur penyu hijau tersebut ditemukan setelah Tim The Turtle Conservation and Education Center (TCEC) melakukan pemantauan di sekitar pantai pada 8 Januari 2016 lalu. Terdapat 84 telur penyu yang berhasil direlokasi dari sarang dan menetas pada 28 Pebruari 2016.

“Menetas pada 28 Pebruari dengan tingkat kesuksesan menetas mencapai 70 persen kata Manajer TCEC Made Kanta dalam keteranganya di Serangan (1/2/2016).

Menurut Kanta, telur direlokasi agar terhindar dari pencurian ataupun tidak pecah akibat banyaknya aktivitas pengunjung di sekitar pantai. Pemindahan penetasan juga bertujuan agar ketika telur menetas maka tukit dapat terhindar dari predator alami yang ada di pantai seperti biawak dan anjing liar.

“Ini memunculkan harapan bahwa penyu hijau kembali menjadikan pantai Serangan sebagai habitatnya” ujar Made Kanta.

Sebelumnya Pantai Pulau Serangan merupakan tempat bertelur bagi 3 jenis penyu yaitu penyu hijau, lekang dan sisik.

Akibat banyaknya populasi penyu menyebabkan Pulau Serangan mendapatkan sebutan sebagai pulau penyu. Namun reklamasi pada tahun 1999 menyebabkan habitat peneluran penyu rusak. Apalagi penyu sangat sensitif terhadap perubahan ekosistem pantai.(Rendra Raditya)

0 Komentar

  1. Eddy
    Eddy Maret 02, 23:13

    Salam lestari..banyak harapan bisa menginspirasi.

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *