My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Seruan Perdamaian Bagi Dunia Tanpa Kekerasan

13 Oktober
00:58 2008
Seruan Perdamaian Bagi Dunia Tanpa Kekerasan

Gentry Amalo- indosmarin.com

Kuta – Sore hari, menjelang matahari kembali ke peraduannya, lebih dari dua ratusan orang berkumpul di Pantai Kuta. Tidak seperti hari-hari biasanya, yang membawa alas untuk berjemur dan sebuah buku atau majalah untuk menghabiskan waktu, kali ini mereka membawa bunga dan lilin.

Sebagian besar dari mereka adalah para surfer, istilah bagi peselancar, yang kerap mengisi keramaian Pantai Kuta dari pagi hingga petang. Kehadiran ratusan surfer ini tidak lain untuk melakukan kegiatan mengheningkan cipta mengenang rekan-rekan serta kerabat mereka yang tewas enam tahun silam akibat ledakan Bom Bali I.

Saat malam mulai menjelang, para surfer ini satu persatu masuk ke laut untuk melakukan sebuah aktifitas renungan sekaligus menabur bunga. Di tengah laut para surfer ini membentuk sebuah lingkaran besar dan kemudian menaburkan bunga ke tengah lingkaran, sambil mengheningkan cipta bagi orang-orang yang mereka kenal dan menjadi korban keganasan bom Bali hasil karya Amrozy dan kawan-kawannya tersebut.

Selain melakukan Paddle for Peace atau kayuh untuk perdamaian ini, para surfer juga mengajak wisatawan yang kebetulan hadir disitu untuk bersama-sama melakukan pelepasan tukik atau anak penyu serta burung merpati sebagai simbul keseimbangan jagat dan perdamaian. Dalam konsep Hindu, penyu adalah simbol keseimbangan alam, dan melepas penyu berarti ikut menjaga agar alam ini menjadi seimbang dan tidak berat sebelah.

Sedikitnya duapuluh dua ekor tukik dan lima ekor burung merpati, dilepas. Angka 22 sebagai lambang jumlah negara yang warganya menjadi korban dalam peristiwa memilukan tersebut. Sementara angka 5 pada pelepasan merpati melambangkan perdamaian dan kebhinekaan,’ ujar Wakil Ketua Satgas Pantai Kuta, Wayan Jirna.

Sebelumnya bertempat di ground zero Monumen Bom Bali, masyarakat dari berbagai penjuru dunia, berbondong-bondong memanjatkan doa sembari menabur bunga, mengenang peristiwa pahit tersebut. Tidak sedikit diantara mereka yang kuasa menahan air matanya menangis, sedih mengenang orang-orang yang dicintainya menjadi korban kebiadaban para teroris tersebut(*)

Tags
Share

1 Komentar

  1. wanamarta
    wanamarta Oktober 21, 19:05

    semoga kejadian itu tidak akan pernah terulang lagi di Bali…salam kenal new bloger http://www.rumahjual.com

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS