My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Semarang Serius Kembangkan Ekowisata Mangrove

 Breaking News
04 November
19:17 2015
Semarang Serius Kembangkan Ekowisata Mangrove

Semarang – Pemerintah Kota Semarang serius mengembangkan ekowisata mangrove atau wisata hutan bakau di kawasan pesisir, salah satunya di kawasan Desa Tapak, Kecamatan Tugu.

“Di Desa Tapak, Kecamatan Tugu, sudah sangat bagus dikembangkan ekowisata mangrove meski lahannya milik swasta,” kata Penjabat (Pj) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto di Semarang, Rabu.

Menurut dia, pengembangan ekowisata mangrove berdampak positif terhadap berbagai aspek, termasuk mengurangi dampak abrasi yang selama ini menjadi permasalahan yang dihadapi Semarang.

Ia mengatakan Pemkot Semarang tengah giat-giatnya untuk mengurangi tingkat abrasi, salah satunya dengan menggalakkan berbagai komponen masyarakat dan perusahaan untuk menanam mangrove.

“Sabuk pantai sudah kami bangun antara 2011-2012 untuk mengatasi abrasi. Abrasi atau pengikisan pantai oleh gelombang laut merupakan permasalahan yang butuh penanganan pesisir,” katanya.

Tavip menjelaskan Semarang juga dihadapkan pada permasalahan penurunan muka tanah yang terjadi setiap tahun sekitar 7 centimeter sehingga membutuhkan sinergi dari seluruh pihak terkait.

“Sementara ini, kami memang masih fokus pada kecamatan-kecamatan yang ada di pesisir untuk menggalakkan penanaman mangrove, seperti Tugu, Semarang Barat, dan Semarang Utara,” katanya.

Untuk pengembangan ekowisata mangrove di Desa Tapak yang memakai lahan swasta, ia mengatakan Pemkot Semarang siap membantu memperbaiki sarana dan prasarana menuju destinasi wisata itu.

Ia mengatakan pihaknya beserta jajaran terkait sebelumnya pernah meninjau ekowisata mangrove untuk melihat kondisi destinasi itu dan ternyata pengelolaannya sudah dilakukan sangat baik.

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermades) Jawa Tengah itu mengakui ekowisata mangrove Desa Tapak berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan untuk menarik wisatawan.

“Ini yang kami tengah pikirkan. Kami siap membantu membenahi sarana prasarana dan infrastruktur yang ada di ‘ecowisata’ itu. Warga kemarin meminta perbaikan jembatan, kami siap,” pungkasnya.(Antara)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS