My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Semangat Maritim Menggelora di Hari Nusantara

14 Desember
00:18 2011

Gugusan Kepulauan Komodo

Jakarta – Peringatan Hari Nusantara pada 13 Desember 2011, sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan Djuanda yang lebih dikenal sebagai Deklarasi Djuanda 1957 yaitu pengakuan Indonesia sebagai negara kepulauan, dan sudah sepantasnya disebut sebagai negara maritim. Namun saat ini orientasi Indonesia cendrung stagnan berada di darat, tidak mengarah ke laut.

Atas dasar itu, sejumlah civitas yang tergabung dalam Indonesia Maritime Institute (IMI) menggelar diskusi panel tentang Deklarasi Djuanda, sebagai Momentum Kedaulatan Teroterial Tanah Air Indonesia yang berlangsung di Jakarta Pusat, Senin (12/12).

Hadir dalam diskusi ini Direktur Eksketif IMI, Y Paonganan, Profesor Sahala Hutabarat dari IMI, Ketua Umum PRD Agus Jabo Priyono, Budayawan Taufik Razen, Wanda Hamidah (Anggota DPRD DKI dari PAN), wakil dari negara sahabat termasuk Atase Kedubes Portugal Vicente, Ezki Suyanto dari Komisioner Penyiaran Indonesia (KPI), Yudhi Ganaspati dari Pasal 33,  anggota DPR dan  politisi Partai Demokrat  Taufiqurrahman,  Staf Khusus Mendagri, Dr Umar Syadat.

Dalam kesempatan itu, Sahala Hutabarat mengatakan bahwa sudah saatnya bangsa ini menjadi negara maritim yang kuat. Hal ini bukan lagi menjadi perbincangan, tapi harus segera diimplementasikan.

“Tidak ada alasan lagi bagi bangsa Indonesia untuk tidak menjadi negara maritim, dilihat dari aspek ekososbud dan geografis Indonesia sudah sangat layak, sudah saatnya kita dengungkan itu,” katanya.

Untuk mencoba membangkitkan itu semua, Guru Besar Univeristas Diponogoro ini menilai perlu ada pendidikan yang benar-benar serius. Sahala juga khawatir bahwa ada yang mencoba menghalangi Indonesia untuk menjadi negara besar.

“Saya khwatir ada negara tertentu yang mencoba menghalangi agar Indonesia tidak menjadi negara maritim yang kuat, ini perlu adanya pendidikan,” tandasnya.

Direktur Eksekutif IMI, Y Paonganan mengatakan bahwa 2011 ini bisa menjadi awal dari kebangkitan bangsa Indonesia untuk menjadi negara maritim.

“Kita harus hargai perjuangan Djuanda untuk Indonesia, oleh kareannya sudah sepantasnya kita melanjutkan perjuangan Djuanda, bentuk perjuangan itu menjadikan Indonesia menjadi Negara Maritim,” kata Paonganan.

Menurutnya, IMI hanyanya sekumpulan orang yang benar-benar peduli terhadap kondisi bangsa Indonesia dan mengajak bersama-sama berjuang meneruskan perjuangan Djuanda.

Sebagai bentuk perjuangan IMI, Doktor lulusan IPB itu mengatakan bahwa tahun 2012, tepat pada saat perayaan Hari Nusantara, IMI akan mengadakan Jambore Maritim Indonesia. Yang akan mengumpulkan 10 ribu pemuda untuk mendeklarasikan Sumpah Pemuda Maritim.

“Kalau tanggal 28 Oktober sebagai hari Sumpah Pemuda, maka tanggal 13 Desember sebagai Hari Sumpah Pemuda Maritim. Kekuatan kita ada dilaut, maka bangkitalah Indonesia,” pungkasnya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS