My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Selat Bangka Jadi Kuburan Harta Karun

07 Oktober
11:33 2009
Selat Bangka Jadi Kuburan Harta Karun

ceramic1Pangkalpinang – Perairan laut Provinsi Bangka Belitung (Babel) khususnya Selat Bangka menjadi kuburan harta karun dari sejumlah kapal yang karam dan masih menjadi salah satu sasaran para pemburu harta karun.

“Potensi kapal tenggelam di wilayah laut Babel atau dikenal dengan Selat Bangka sangat tinggi sehingga di bawah air laut tersimpan banyak harta karun dari kapal-kapal jaman dahulu yang menjadi incaran para pemburu,” kata Kasubdin Direktorat Peninggalan dan Perlindungan Bawah Air, Ghatot Gaotama di Pangkalpinang, Rabu (7/10).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian Direktorat Peninggalan dan Perlindungan Bawah Air, terdapat sebanyak 40 titik kapal tenggelam di laut Babel, titik yang paling banyak ditemukan di Perairan Pulau Belitung.

Menurut dia, terdapat delapan kasus pencurian harta karun di Babel dan dua diantaranya sudah divonis.

“Penangkapan mereka itu membuktikan bahwa harta karun di bawah air memang menjadi incaran karena potensinya cukup tinggi,” katanya.

Ia mengatakan, potensi kapal tenggelam di Babel sangat tinggi karena lalulintas pelayaran cukup ramai, hal itu sudah terjadi sejak abat ke-7 masehi sehingga banyak kapal yang tenggelam beserta benda-benda berharga yang belum sempat diangkat.

Menurut dia, harta karun dan benda-benda berharga di bawah air harus diawasi secara ketat agar tidak dijarah oleh pencuri sehingga peninggalan bersejarah di bawah air terancam punah.

“Kapal tenggelam di laut Bangka ini menjadi salah satu objek penelitian arkeologi dan harta karun yang ditemukan dilakukan pelelangan atau dikomersilkan,” ujarnya.

Namun pada 2010, kata dia, akan dilakukan spesifikasi terhadap temuan benda bersejarah sehingga bisa ditentukan mana untuk cagar budaya dan mana untuk komersil.

“Kegiatan komersial pun diperketat karena ada konvensi Unesco 2010 tentang proteksi warisan budaya bawah air,” ujarnya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS