My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Selama 2011 Nilai Ekspor Tuna Dari Bali Mencapai 25,79 Juta Dolar AS

03 Juni
11:25 2011
Selama 2011 Nilai Ekspor Tuna Dari Bali Mencapai 25,79 Juta Dolar AS

Tuna di pasar internasional (ilustrasi)

Denpasar – Bali memperoleh devisa dari ekspor ikan tuna segar dan beku senilai 25,79 juta dolar AS selama empat bulan yaitu Januari-April 2011.

“Nilai ekspor sebesar itu menurun 6,74 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 27,65 juta dolar AS,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng, di Denpasar, Jumat (3/6).

Menurut Ketut Teneng, devisa tersebut atas pengapalan ikan tuna sebanyak 5.083 ton.

“Dari volume, ekspor sebanyak itu juga berkurang 17,55 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 6.105 ton,” katanya.

Ketut Teneng mengatakan nilai ekpor ikan tuna sebesar itu merupakan paling menonjol dibandingkan dengan sebelas jenis hasil perikanan dan kelautan di Pulau Dewata, atau mampu memberikan kontribusi sebesar 15,34 persen dari total ekspor Bali secara keseluruhan.

Ekspor perikanan dan kelautan Bali selama kurun waktu yang sama sebesar 31,63 juta dolar AS, menurun 10,25 persen dibanding empat bulan pertama tahun sebelumnya yang mencapai 35,24 juta dolar AS.

Ketut Teneng menjelaskan, sektor perikanan Bali secara keseluruhan mempunyai andil sebesar 18,81 persen dari total ekspor Bali sebesar  168,13 juta dolar AS.

Pengapalan ikan tuna tersebut diharapkan meningkat pada bulan-bulan merikutnya, mengingat ikan tuna dari Bali mampu bersaing di pasaran ekspor dan sangat disenangi konsumen mancanegara.

Ketut Teneng menambahkan, selama lima tahun periode 2006-2010 ekspor ikan tuna dari Bali mengalami peningkatan rata-rata 28,83 persen.

Perolehan devisa dari pengapalan ikan tuna  tersebut sebesar 99,19 juta dolar AS selama 2010, meningkat 17,48 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 84,43 juta dolar AS.

Ketut Teneng mengatakan, pengapalan ikan tuna merupakan salah satu dari sebelas jenis matadagangan hasil perikanan dan kelautan yang kondisinya berfluktuasi, namun setiap tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Pengiriman matadagangan ke pasaran luar negeri itu selama 2006 mampu menghasilkan devisa 37,63 juta dolar AS meningkat 56,13 persen menjadi  59,98 juta dolar pada tahun 2007.

Kondisi tersebut meningkat lagi sebesar 35,4 persen menjadi 79,89 juta dolar AS pada tahun 2008, kemudian bertambah lagi 5,63 persen atau 84,43 juta dolar  pada tahun 2009.

Ikan tuna mampu memberikan andil yang cukup besar terhadap perolehan eskpor non migas hasil perikanan dan kelautan maupun ekspor Bali secara keseluruhan.

Ikan tuna tersebut umumnya hasil tangkapan di perairan bebas dengan menggunakan kapal-kapal besar milik perusahaan perikanan yang berpusat di pelabuhan Benoa, Bali.

Ikan tuna termasuk hasil tangkapan nelayan setempat setelah diproses langsung diekspor dalam bentuk tuna segar dan 12 jam kemudian sudah bisa dinikmati konsumen mancanegara, ujar Ketut Teneng.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS