My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Sejarawan UI: Bau Bau Salah Satu Warisan Budaya Maritim Nusantara

28 Desember
11:20 2010
Sejarawan UI: Bau Bau Salah Satu Warisan Budaya Maritim Nusantara

Salah satu sudut bastion benteng Buton

Baubau – Tim Peneliti Sejarah Universitas Indonesia (UI) dalam seminar akhir penelitian yang digelar di Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menemukan bukti bahwa Kota Baubau merupakan sebagai kota Warisan Budaya Maritim di Indonesia.

Salah Seorang tim peneliti sejarah, Dr. Tono Rudiansyah di Baubau, Selasa (28/12) mengatakan, Nama Buton atau Butun pertama kali disebut pada tahun 1365 di dalam Negarakartagama sebagai wilayah taklukan Majapahit.

“Artinya, pada waktu itu dapat diasumsikan pulau Buton sudah ada penduduknya,” katanya.

Ia menambahkan, penduduk Buton pada saat itu yaitu orang yang punya nyali atau pemberani dalam hal menyeberangi dan mengarungi samudra mencari penghidupan yang lebih baik.

“Mereka membuat Samudera India menjadi satu kawasan kosmopolitan dengan lalu lintas pergerakan manusia secara bebas.” katanya.

Pada saat itu, lanjut dia, negara modern dengan batas teritorial belum ada. Kerajaan Bahari tidak peduli batas teritorial, melainkan lebih menekankan kemampuan armada pelayaran yang dimiliki.

Dalam hasil penelitiannya Tono Rudiansyah menyebutkan, penduduk Buton yaitu adalah penjelajah samudera dari Jawa, Luwu/Bugis, Riau, dan lain sebagainya. Sipanjoga dalam naskah dinyatakan datang dari tanah Melayu di Liya (sangat mungkin Riau-Lingga).

“Dungkucangia oleh masyarakat Tobe-Tobe diyakini berasal dari daratan Cina, Murhum dinyatakan berasal dari pulau Muna, meskipun sangat mungkin sebelumnya ia juga berasal dari daerah di luar Muna dan akhirnya memutuskan memilih pulau Buton sebagai tempat tinggal terakhir,” jelasnya.

Tono menjelaskan, sumber lainnya yaitu Masyarakat Kalende di Kapontori, mereka meyakini bahwa leluhur pertama mereka yang bernama La Pendonga berasal dari Toraja.

“Salah seorang leluhur Kolingsusu yang bernama La Buku Toraja dipercaya berasal dari Toraja,” katanya.

Apabila melihat balik kebelakang, penjelajah Samudera India ini kemudian ada yang memutuskan diri menjadi Petani dan ada yang jadi Pelaut.

Dalam kesadaran sejarah mereka, masyarakat petani/pekebun biasanya meyakini lelulur mereka berasal dari Toraja, sedangkan yang menjadi pelaut diyakini berasal dari Luwu/Bugis atau Jawa atau Riau.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS