My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Rumput Laut Nusa Lembongan Alami Penurunan Harga

24 April
15:23 2011

Petani menjemur rumput laut Nusa Lembongan

Nusa Lembongan – Harga rumput laut produksi petani di Desa Nusa Lembongan, Kacamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, dalam setahun terakhir turun dari Rp11 ribu menjadi hanya Rp6.000 per kilogram.

“Saya tidak tahu mengapa harganya turun. Saya hanya menjual saja karena yang menentukan harga adalah para pembeli atau tengkulak,” kata Ni Wayan Sukerti, seorang petani rumput laut di Nusa Lembongan, Minggu (24/4).

Menurut Sukerti, dengan harga jual hanya Rp6.000 per kilogram, setiap bulan dirinya hanya bisa mengumpulkan uang Rp600 ribu dari rumput laut kering yang diproduksinya rata-ratra 100 kilogram.

Sukerti mengaku, dengan produksi 100 kilogram setiap bulan, ia hanya mendapatkan untung sekitar Rp300 ribu karena separuhnya digunakan untuk biaya pembelian bibit dan perawatan. Karena itu ia berharap agar harga tanaman yang arealnya juga dijadikan tujuan wisata itu bisa naik kembali.

Menurut Sukerti, jika musim panas, rumput laut basah yang baru dipanen memerlukan waktu penjemuran selama dua hari, sedangkan jika musim hujan bisa berhari-hari.

Beberapa waktu sebelumnya, Bupati Klungkung I Wayan Candra mengatakan bahwa rumput laut jenis spinosum yang dibudidayakan petani di kawasan Nuda Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan merupakan spesies tumbuhan perairan yang sudah langka.

“Karena itu tanaman ini perlu dilestarikan terus dan dibudidayakan, apalagi tanaman ini memiliki nilai ekonomis,” katanya.

Menurut Wayan Candra, beberapa kalangan mengharapkan para petani dapat melestarikan bahkan terus meningkatkan hasil budidaya rumput laut jenis spinosum. (Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS