My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Rebut Buton, Belanda Blokir Jalur Laut Armada Gowa

28 Juli
00:02 2008
Rebut Buton, Belanda Blokir Jalur Laut Armada Gowa
kapal perang jenis Galeon

Galeon

Denpasar – Di jaman Gubernur Jenderal Jan Pieters Coen, kompeni Belanda juga sering mengutus orang-orangnya untuk berkunjung ke kesultanan Gowa.

Ini dilakukan untuk membujuk sultan Gowa agar tidak menjual hasil bumi mereka khususnya beras kepada orang-orang Portugis.

Namun sultan Gowa tidak mau begitu saja memutuskan hubungan dagang dengan Portugis yang telah lama terjalin baik.

Menurut catatan Belanda, pada 1616 di Sumbaopu, belasan Anak Buah Kapal (ABK) Belanda dibunuh tanpa sebab oleh orang-orang Makassar. Hal ini kemudian membuat Jan Pieters Coen, marah besar dan menaruh dendam terhadap orang-orang Makassar yang mempersulit kepentingan Belanda dimana-mana.

Pada 1634, awal dari keputusan Belanda untuk melakukan pemblokiran laut atas semua aktivitas perdagangan Gowa. Di tahun ini, Belanda mengirimkan satu armada ke Martapura. Armada yang terdiri atas enam buah kapal perang ini kemudian melakukan pemblokiran terhadap perahu-perahu Makasar (Gowa) yang bermuatan lada.

Di Martapura, sambil menunggu kedatangan empat kapal baru dari Batavia, armada Belanda ini kemudian mengajak sebuah kapal VOC untuk bersama-sama melakukan pemblokiran terhadap pelabuhan Sumbaopu – Makassar.

Dengan tidak membuang waktu, belasan kapal armada Belanda ini kemudian mendapat perintah untuk melakukan pemblokiran dengan cara merusak perahu-perahu Makassar dan merebut kapal-kapal milik Portugis dan India. Namun usaha Belanda ini tidak berhasil karena Gowa telah mendapat informasi rencana Belanda ini tiga minggu sebelumnya.

Saat itu, armada Belanda hanya berhasil memblokir satu armada kecil Gowa yang akan menuju Cambelo untuk membantu pemberontakan Maluku atas Belanda. Perang terbuka pun tak bisa dielakan, armada Gowa berhasil menyerang Buton, Tembuku, Gorontalo dan beberapa daerah sepanjang pantai timur Sulawesi. Armada Belanda dan VOC yang gagal ini pun dipaksa pulang ke Batavia (bersambung..)


Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS