My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Ratusan Ton Pasir Laut Kep. Riau Dicuri Singapura Setiap Harinya

08 Juli
22:59 2008

Nalasrestha – indosmarin.com

Jakarta – Penangkapan kapal KM Bakti Luhur yang kedapatan membawa enam puluh ton pasir laut ilegal di Pulau Babi Kep. Riau menunjukan bahwa pencurian pasir laut untuk dijual ke Singapura masih saja terus terjadi.

Menurut Aji Sularso, Direktur Jenderal P2SDKP, “Hasil investigasi petugas Ditjen P2SDKP, pengangkutan pasir laut dari Pulau Babi ini setiap harinya dilakukan sedikitnya dua puluh kapal berukuran antara 1 gross ton (GT) hingga 30 GT.”

Tim Direktorat Jendral Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan, Departemen Kelautan dan Perikanan (Ditjen P2SDKP) memang tengah menengarai, terjadinya penambangan pasir laut di perairan Pulau Babi yang dilaksanakan di zona larangan.

Selanjutnya Aji Sularso menjelaskan bahwa penambangan ilegal ini dilakukan tidak jauh dari bibir pantai dan dilakukan pada kedalaman kurang lebih 4 (empat) meter. Kegiatan penambangan ilegal ini marak dilakukan, baik dengan cara tradisional maupun semi modern. Umumnya mereka menggunakan mesin genset yang telah dimodifikasi.

Menurut Aji Sularso, pemerintah sejak 2003 silam telah menghentikan kegiatan ekspor pasir laut ke Singapura. Adapun penghentian sementara ekspor pasir laut ke Singapura ini ditegaskan dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 117/MPP/Kep/2/2003 28 Februari 2003. Penghentian ini didasari atas kerusakan lingkungan yang terjadi pada pulau-pulau di sekitar Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau serta kerugian ekonomi akibat tidak fair-nya harga jual pasir.

Dengan adanya penangkapan ini, maka Departemen Kelautan dan Perikanan akan terus bekerjasama dengan POLRI dan aparat terkait, guna melakukan tindak operasi yang lebih intensif, guna mencegah terjadinya pelanggaran serupa(*)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *