My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Ratusan Cantrang di Jawa Tengah Terancam Tidak Melaut

 Breaking News
26 Desember
16:37 2016
Ratusan Cantrang di Jawa Tengah Terancam Tidak Melaut

Semarang – Ratusan kapal nelayan yang menggunakan alat tangkap ikan berupa cantrang, terancam tidak bisa beroperasi pada pekan depan terkait penerapan larangan penggunaan cantrang oleh pemerintah pusat.

“Jumlah kapal yang menggunakan alat tangkap cantrang di Pati tercatat ada 800 unit kapal,” kata Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo Pati Jafar Lumban Gaol di Semarang, Senin.

Menurut dia, dari 800 unit kapal yang terdata tersebut, yang mengurus Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) ada 80 kapal, sedangkan yang sudah proses melakukan penggantian alat tangkap baru 17 unit kapal.

Ia mengungkapkan, masih banyaknya nelayan yang belum mau mengganti alat tangkap itu karena untuk penggantian alat tangkap yang diperbolehkan pemerintah membutuhkan biaya mahal.

“Selain itu, masih banyak nelayan yang hingga kini masih punya tanggungan utang bank,” ujarnya.

Salah seorang nelayan pemilik kapal berukuran 93 gross tonage (GT) Teguh Utomo mengaku sudah mengeluarkan Rp4 miliar untuk mengganti alat tangkap di kapalnya dari cantrang ke pukat cincin.

Ia menjelaskan, banyaknya komponen pada alat tangkap ikan yang harus diganti itu menyebabkan biaya penggantian menjadi mahal.

“Komponen uang harus diganti mulai dari jaring, gardan, freezer, lampu penerangan dan penggantiannya membutuhkan waktu empat bulan,” kata warga Desa Bindar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

Untuk mengganti alat tangkap tersebut, dirinya harus mengajukan pinjaman dari bank karena jika tidak diganti maka dirinya tidak bisa melaut.

Sementara itu, pemilik kapal asal Kabupaten Batang, Aji Setiawan, mengaku tidak bisa mengganti cantrang yang selama ini digunakan untuk menangkap ikan di laut.

“Terpaksa kapal saya nanti disandarkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Batang karena izin operasionalnya sudah habis dan saya juga belum bisa mengganti alat tangkap,” ujarnya.

Ia mengharapkan pemerintah menunda penerapan larangan penggunaan alat tangkap ikan berupa cantrang hingga beberapa tahun kedepan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah Lalu Muhammad Syafriadi saat dikonfirmasi mengakui jika nelayan Jateng meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan agar menunda penerapan larangan penggunaan berupa cantrang.

Ia menyebutkan ada tiga keberatan para nelayan sehingga meminta penerapan larangan cantrang ditunda.

Keberatan yang pertama terkait ekonomi karena pengadaan alat tangkap baru pengganti cantrang membutuhkan biaya yang mahal dan yang kedua, proses verifikasi kapal dengan alat tangkap baru membutuhkan waktu tidak sebentar, serta merupakan kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan sistem “online”.

“Keberatan yang ketiga adalah para nelayan ragu apakah setelah mengganti alat tangkap dan verifikasi kapal selesai, maka izin segera ke luar karena jika tidak, sumber pendapatan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari akan tersendat,” ujarnya.(Antara)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS