My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pulau Rupat Jadi Tempat Transit Burung Migrasi

12 Agustus
12:48 2011
Pulau Rupat Jadi Tempat Transit Burung Migrasi

Burung Tringa (ilustrasi)

Dumai – Ratusan ekor burung yang bermigrasi, setiap tahun hinggap di kawasan hutan alami yang berada di pesisir Provinsi Riau, tepatnya di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Menurut pengakuan warga di Pulau Rupat, Jumat (12/8), burung langka tersebut selalu hinggap di bebatangan pepohonan rimbun hutan alami di sana, namun hanya tampak setiap pergantian musim dari kemarau ke penghujan.

“Agustus tahun ini (2011) beberapa warga ada yang sempat menyaksikan burung aneh itu. Jumlahnya ratusan. Mereka hinggap di pohon-pohon yang tinggi,” kata Surya Adnan, pemuka masyarakat di Tanjung Rhu, Kecamatan Rupat.

Biasanya, kebanyakan warga setempat menemukan burung migran pada September, mengingat pada bulan ini pergantian musim sering terjadi.

Spesies burung yang diperkirakan berasal dari Siberia dan China ini, menurut warga, sengaja hinggap di Pulau Rupat untuk mencari bekal makanan sebelum melanjutkan perjalanan hingga ke selatan mengarah ke sejumlah daratan atau pulau lainnya termasuk Australia.

“Kita nggak tahu sampai kapan burung-burung itu akan terus singgah, karena hutan alami di Rupat sekarang sudah banyak beralihfungsi menjadi lahan perkebunan sawit. Mungkin sebentar lagi alih fungsi sampai ke kawasan hutan yang biasa disinggahi burung migran itu,” kata Junardi, warga setempat.

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Bengkalis, H Herliyan Saleh, mengakui sempat mendapatkan kabar tentang kehadiran burung migran jenis Raptor dan Tringa di Pulau Rupat.

Informasi tersebut, kata Herliyan, didapat dari sejumlah pemuka masyarakat di Medang Kampai Kecamatan Rupat Utara yang menyatakan adanya aktivitas langka dari segerombolan burung dengan jenis yang asing.

“Informasi yang saya dapat burung migran itu sering singgah di hutan yang berada di Tanjung Medang dengan jumlah yang sangat banyak,” kata Herliyan.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS