My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pulau Hinterland Batam Kembangkan Usaha Parkir Kapal

20 Mei
08:05 2009
Pulau Hinterland Batam Kembangkan Usaha Parkir Kapal

ismeth_abdullahBatam – Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah mengatakan pulau-pulau pesisir Kota Batam akan dikembangkan sebagai kawasan parkir kapal internasional.

“Batam bisa dikembangkan menjadi tempat parkir kapal,” kata Gubernur kepada Antara di Batam, Rabu (20/5).

Ia mengatakan jika pulau-pulau sekitar Pulau Batam menjadi kawasan parkir, maka akan banyak keuntungan ekonomi yang dihasilkan daerah.

Menurut dia, ekonomi menjadi berkembang karena ada kapal yang labuh. Selain itu, parkir kapal juga menghasilkan pendapatan bagi daerah.

“Jangan Malaysia dan Singapura saja yang kembangkan itu, kita juga bisa,” kata dia.

Namun, ia tidak menyebut besaran rupiah nilai sewa labuh jangkar di Batam.

Mengenai dampak negatif yang mungkin ditimbulkan seperti kemungkinan ada lokalisasi pelacuran dan perusakan terumbu karang, Gubernur mengatakan hal itu harus diantisipasi lebih dini.

“Tapi jangan sampai merusak lingkungan. Lokalisasi, juga dihindari,” kata Gubernur.

Pemerintah menyediakan beberapa wilayah perairan Batam, Rempang dan Galang (Barelang) seluas 70 nautical mile persegi untuk areal parkir kapal kontainer internasional yang sementara tidak beroperasi akibat krisis perekonomian global.

Pemerintah menetapkan perairan Barelang sebagai “lay up area” (daerah berlabuh) dengan batas-batas di utara adalah Pulau Batam, timur Pulau Galang, selatan Pulau Abang Besar, barat Selat Durian bagi sekitar 350 kapal yang pelaksanaannya di bawah pengawasan Kantor Pelabuhan Batam.

Kebijakan tersebut untuk menarik manfaat ekonomi berkaitan dengan banyaknya kapal kontainer mancanegara yang operasionalnya berhenti-sementara terimbas krisis keuangan dan perekonomian global sejak Oktober 2008.

Penyediaan tempat seperti itu juga dilakukan pemerintah Singapura di barat dan timur “out of port limit” dan Jurong, Malaysia di Sungai Johor dan Labuan, Filipina di Subic, dan China di Hongkong.

Kapal yang berhenti beroperasi diperkirakan akan bertambah mengingat setelah Januari 2009 saja berjumlah 165 buah dan karenanya memerlukan tempat berlabuh/parkir untuk jangka panjang.

Lokasi paling potensial di Barelang adalah wilayah barat Pulau Galang yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk menambah pendapatan negara maupun untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat pesisir.

Berlabuhnya kapal-kapal asing juga merupakan peluang bagi industri galangan kapal di Batam, Bintan dan Karimun, selain bagi perusahaan suku cadang, restoran, dan perusahaan kapal penghela di daerah sekitar.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS