My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

PTTEP Australasia Akui Bersalah Atas Pencemaran Laut Timor

31 Agustus
05:17 2012

Pencemaran Laut

Kupang – PTT Exploration and Production (PTTEP) Australasia, sebuah perusahaan minyak milik pemerintah Thailand mengakui bersalah atas pencemaran minyak di Laut Timor akibat meledaknya kilang minyak Montara pada 21 Agustus 2009.

Pengakuan PTT Exploration and Production (PTTEP) Australasia itu disampaikan dalam sebuah sidang di Pengadilan Magistrat di Darwin, Australia Utara, Kamis (30/8), terkait dengan petaka tumpahan minyak di Laut Timor akibat meledaknya kilang minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor.

Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni kepada pers di Kupang, mengatakan berdasarkan laporan yang disampaikan jaringannya di Darwin, PTT Exploration and Production (PTTEP) Australasia mengakui bersalah atas empat tuduhan sekaligus yang berhubungan dengan petaka tumpahan minyak di Laut Timor tiga tahun lalu.

Pengakuan bersalah atas tuduhan yang berkaitan dengan petaka tumpahan minyak Montara di lepas pantai barat laut Australia pada 2009, PTT Exploration and Production (PTTEP) Australasia menghadapi denda sebesar 1,7 juta dolar Australia atau sekitar Rp16,83 miliar.

YPTB pimpinan Ferdi Tanoni merupakan satu-satunya lembaga non pemerintah di Indonesia dan dunia yang diakui oleh Komisi Penyelidik Montara bentukan pemerintah Australia yang berhak mengajukan gugatan di Pengadilan Australia.

Lembaga ini yang mendaftar di Komisi Penyelidik Montara dan membawa pula dengan bukti pencemaran minyak di wilayah perairan Indonesia yang cocok dengan tumpahan minyak Montara setelah dilakukan uji laboratorium.

Kepala Eksekutif PTT Exploration and Production (PTTEP) Australasia Ken Fitzpatrick mengatakan pihaknya menerima apapun hasil yang dilaporkan oleh Komisi Penyelidik Montara kepada Pemerintah Australia dan siap bertanggungjawab atas insiden tersebut.

“Kami sangat menyesal¬† hal itu (meledaknya kilang minyak Montara, red) sampai terjadi,” katanya dan mengakui bahwa sebagian besar minyak dari tumpahan Montara mencapai perairan Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian, sekitar 95 persen tumpahan minyak Montara telah mencemari perairan Indonesia dan membunuh puluhan ribu mata pencaharian masyarakat pesisir umumnya para nelayan dan petani rumput laut di Timor Barat.

Dalam upaya untuk menyumbat sumur yang bocor, terjadi ledakan yang menyebabkan api yang menghanguskan rig yang ada, kejadiannya sama persis dengan yang terjadi di Teluk Meksiko.

PTT Exploration and Production (PTTEP) Australasia mengaku bersalah atas tiga tuduhan berkaitan dengan Minyak Lepas Pantai dan UU Rumah Kaca serta UU Penyimpanan Gas.

Sidang terhadap perusahaan pencemar itu akan dilanjutkan hari ini, Jumat (31/8) di Darwin, Australia Utara.

Berdasarkan fakta sidang tersebut, YPTB mendesak Menteri Perhubungan Ernest Mangindaan selaku Ketua Tim Nasional Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut untuk segera membentuk Tim Advokasi Pencemaran Laut Timor seperti yang pernah dibentuk mantan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, meski tidak membuahkan hasil apa-apa.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS