My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

ProFauna: Untuk Kelabui Petugas, Penyu Dipotong di Perairan Sebelum Bali

20 Mei
10:50 2010
ProFauna: Untuk Kelabui Petugas, Penyu Dipotong di Perairan Sebelum Bali

Kuta – Hasil investigasi lembaga pemerhati satwa Pro-fauna Indonesia menunjukkan pola perdagangan penyu yang sebelumnya dilakukan dalam bentuk perekor kini perdagangan penyu dilakukan dengan penjualan dalam bentuk daging penyu. Perubahan pola ini dilakukan guna mengelabui petugas dan menghilangkan barang bukti. Apalagi daging penyu sangat mirip dengan daging babi sehingga sangat sulit dibedakan.

Kepada Indosmarin.com, Ketua Profauna Indonesia Wilayah Bali, Wayan Wiradnyana, mengatakan pola perdagangan ini berubah setelah terjadi penangkapan dan penyitaan perdagangan penyu secara besar-besaran pada 5 tahun lalu. Pola perdagangan penyu dalam bentuk daging ini dilakukan dengan cara memotong penyu di tengah laut.

“..mereka menangkapnya di perairan yang jauh kemudian penyu tersebut dipotong di tengah perairan dekat perairan Bali. Kemudian dimasukkan kedalam kontainer es dan baru masuk Bali,” Ujar Wayan Wiradnyana yang ditemui Kamis (20/5).

Wayan Wiradnyana menyampaikan masih terjadinya perdagangan penyu di Bali dalam beberapa tahun terakhir ini karena masyarakat Bali masih menggunakan penyu sebagai sarana upacara.

Namun kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan perdagangan penyu secara ilegal. Padahal berdasarkan Bhisama atau fatwa Parisadha Hindu Darma Indonesia (PHDI) Bali penggunaan penyu dalam upacara di Bali dapat digantikan dengan hewan lain seperti Itik Hitam, Kucing Hitam atau Kambing hitam.(Mul)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS