My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Presiden Maladewa Mengkritik Kebijakan Negara-negara Maju

24 November
09:17 2009
Presiden Maladewa Mengkritik Kebijakan Negara-negara Maju

maladewaMaldives – Presiden Maladewa mengkritik keras negara-negara maju dunia karena melakukan sedikit tindakan dalam mengendalikan perubahan iklim. Mohamed Nasheed mengatakan terlalu kecil dana yang diberikan kepada negara yang paling gampang terserang oleh perubahan iklim.

Dia memberi analogi bantuan uang itu ibarat diserang gempa bumi namun hanya memiliki sapu dan penampung sampah kecil.

Hal itu disampaikannya saat membuat pertemuan dua hari antara negara-negara yang akan mengalami dampak pemanasan global.

Maladewa merupakan negara dengan permukaan paling rendah, sekitar 2,1 m dari permukaan laut dan kenaikan permukaan laut merupakan bencana bagi negara itu.

Tekanan untuk negara maju
Presiden Nasheed menambahkan negara-negara maju sudah bertekad untuk mempertahankan kenaikan temperatur global pada tingkat 2’C, namun menolak punya komitmen atas pengurangan emisi karbon sebagai upaya untuk mencapai tujuan tersebut.

“Bahkan dengan kenaikan 2’C, kami akan kehilangan batu karang, Greenland akan mencair dan negara kami berada dalam barisan kematian.” paparnya.

“Saya tidak bisa menerima hal ini,” tambahnya.

Maladewa mengingingkan agar negara-negara berkembang mengikuti kebijakan mereka untuk mencapai titik netral karbon, antara lain dengan beralih ke energi terbarukan.

Menurutnya, upaya seperti itu dari blok negara berkembang bisa mengubah hasil dari pertemuan puncak perubahan iklim di Kopenhagen, Denmark, minggu pertama Desember.

Karena itu, kata Presiden Nasheed, akan membuat negara-negara kaya akan tertekan secara moral jika tidak mengambil tindakan.

Sepuluh negara yang dianggap paling ringkih terkena perubahan iklim hadir dalam pertemuan di Maldives, antara lain beberapa negara Afrika yang terancam oleg gurun pasir yang membesar maupun negara Asia yang sering dilanda bencana banjir dan topan.(BBC/Gen)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS